Logo Bloomberg Technoz

Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Libatkan TNI dan Polri

Dovana Hasiana
12 January 2026 17:45

Siswa merapihkan pakaian di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa merapihkan pakaian di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada hari ini, Senin (12/1/2026). Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan operasional Sekolah Rakyat dimulai pada 60 titik sejak Juli 2025. Kemudian, pemerintah menambah operasional Sekolah Rakyat di 37 titik pada Agustus 2025 dan 66 titik pada akhir September dan awal Oktober 2025.

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat menampung 15.954 siswa; 2.218 guru; dan 4.889 tenaga kependidikan. Adapun, sekolah dengan asrama ini menjangkau anak-anak dari keluarga yang tidak mampu di Indonesia.

Anak-anak yang masuk ke Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat rentan. 60% orang tua mereka bekerja sebagai buruh yang umumnya berpenghasilan tidak tetap; 67% berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan; dan 65% memiliki tanggungan keluarga di atas empat orang.

"454 siswa Sekolah Rakyat berasal dari mereka yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku pendidikan. 298 siswa Sekolah Rakyat sebelumnya mengalami putus sekolah atau tidak lulus sekolah," kata Saifullah dikutip, Senin (12/01/2026).

"Sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda. Banyak anak berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal, bahkan dengan mengalami kekerasan dalam rumah tangga."

Menurut dia, Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menetapkan anak-anak tersebut menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Dia pun mengeklaim pemerintah tak menerima suap atau sogokan untuk memasukkan siswa yang tak sesuai kriteria ke dalam Sekolah Rakyat.

Dia mengklaim, Sekolah Rakyat adalah sistem rekayasa sosial untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Politikus yang akrab disapa sebagai Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat tidak dijalankan seperti sekolah biasa, melainkan dibangun sebagai sebuah ekosistem.

Para siswa yang berada di Sekolah Rakyat ini mendapatkan pembelajaran selama 24 jam. Mereka juga merupakan penerima program prioritas seperti cek kesehatan gratis, mendapatkan pemenuhan gizi tiga kali makan dengan dua kali camilan (snack) setiap hari.

"Tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan tes DNA talenta berbasis teknologi untuk memetakan potensi siswa," kata dia.

"Pendidikan formal dijalankan dengan kurikulum yang sangat personal dibimbing oleh guru yang tersertifikasi, di mana kurikulum dan rekrutmen guru dipandu secara langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah."

Di asrama, kata dia, anak-anak dibimbing oleh wali asuh dan asrama untuk membiasakan hidup sehat, tertib, disiplin dan mandiri. Untuk pembinaan kedisiplinan, Sekolah Rakyat dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia. Dari sisi keamanan, Sekolah Rakyat juga dibantu oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Proses pembelajarannya melalui Learning Management System (LMS) dengan didukung setiap siswa dan guru, menggunakan laptop sebagai media belajar mengajar dan hanya untuk kepentingan di dalam kelas. Tak hanya itu, penggunaan telepon genggam (handphone) sangat dibatasi di Sekolah Rakyat.