Mensos Soal Efek Sekolah Rakyat: Berat Badan Naik & Anemia Turun
Dovana Hasiana
12 January 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan terdapat peningkatan kesehatan yang signifikan dari murid-murid di Sekolah Rakyat. Perlu diketahui, murid di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang tak mampu dan mendapatkan fasilitas sekolah dengan asrama, menerima cek kesehatan gratis hingga mendapatkan gizi berupa tiga kali makan dan dua kali camilan.
Hasilnya, berat dan tinggi badan anak-anak tersebut meningkat dalam enam bulan terakhir sejak Sekolah Rakyat beroperasi. Tak hanya itu, kebugaran mereka membaik dan penyakit anemia menurun.
"Bahkan tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu 3 bulan. Terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar. Sebagaimana pesan Bapak Presiden [Prabowo Subianto], anak yang sehat memiliki kesempatan untuk belajar yang lebih baik," ujar Saifullah, Senin (12/1/2026).
Dia mengatakan perubahan juga terjadi pada mental dan perilaku. Anak-anak disebut menjadi lebih disiplin, lebih lembut dalam bersikap, tidak mudah mengantuk di kelas, dan makin mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata dia, banyak di antara mereka meraih prestasi membanggakan.
"Di sini kami belajar satu hal, ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan mereka tumbuh. Perubahan terjadi juga pada aspek akademik. Dari yang paling mendasar, yang sebelumnya mereka tidak bisa membaca kini lebih lancar membaca, dan juga lebih optimis menghadapi masa depannya," ujar dia.
Melalui pemetaan talenta, pemerintah menemukan potensi murid yang sangat beragam. Ada yang unggul di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa.
Perubahan ini, kata dia, juga dirasakan oleh para orang tua siswa Sekolah Rakyat. Para orang tua merasakan anaknya lebih rajin dalam ibadah, membantu orang tua, tidak lagi kecanduan pada telepon genggam, tidak lagi menyendiri dan mau bermain dengan teman sekitar di rumah, serta lebih percaya diri.
Dalam hal ini, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Adapun, satu Sekolah Rakyat ditargetkan memiliki 1.000 murid. Dengan demikian, pemerintah menargetkan 15.000 murid yang bersekolah di Sekolah Rakyat.



























