Logo Bloomberg Technoz

“Selain itu, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional, dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari,” ujar Baron.

Dia menambahkan, Proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia.

Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi bensin dan solar, tetapi juga mampu menambah produksi LPG serta menghasilkan produk petrokimia yang sebelumnya belum dapat dihasilkan di kilang ini.

“Penambahan produksi LPG dari Kilang Balikpapan diperkirakan mencapai 336 ribu ton per tahun, sehingga memperkuat pasokan LPG domestik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor,” jelasnya.

Selain meningkatkan diversifikasi produk, RFCC Complex juga memungkinkan pengolahan minyak residu yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti nafta dan propylene.

Inovasi ini meningkatkan nilai ekonomi kilang sekaligus memperluas kontribusi Kilang Balikpapan dalam rantai industri energi dan petrokimia nasional.

Dari sisi kinerja, kompleksitas Kilang Balikpapan meningkat signifikan, tercermin dari Nelson Complexity Index (NCI) yang melonjak dari 3,7 menjadi 8,0.

Di mana makin tinggi angkanya, menunjukkan kilang lebih kompleks, sehingga mampu menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi.

Sementara itu, Yield Valuable Product (YVP) atau imbal hasil produk bernilai meningkat dari 75,3% menjadi 91,8 persen, atau naik sekitar 16%, menegaskan efisiensi dan daya saing kilang yang makin tinggi.

“RFCC Complex menjadi simbol kesiapan Pertamina menyongsong era baru pengolahan kilang modern, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap swasembada energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Pemerintah,” tandas Baron.

Diresmikan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026).

PT Pertamina (Persero) mencatat nilai investasi dari megaproyek penyulingan minyak mentah itu mencapai Rp123 triliun.

Proyek pengembangan kilang yang telah dimulai sejak 2019 itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus memperkuat infrastruktur penerimaan minyak mentah.

Dalam proyek ini, Pertamina melakukan modernisasi kilang eksisting melalui pengembangan 21 unit proses baru serta pembangunan 13 unit utilitas pendukung.

Selain itu, empat unit utama pengolahan juga direvitalisasi untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan operasional kilang.

(naw)

No more pages