Logo Bloomberg Technoz

Ogah Kalah dari China, AS Janjikan Rp758 M bagi Thailand-Kamboja

News
10 January 2026 12:00

Ilustrasi Perang Thailand Kamboja (Diolah berbagai sumber)
Ilustrasi Perang Thailand Kamboja (Diolah berbagai sumber)

Patpicha Tanakasempipat dan Philip J Heijmans - Bloomberg News

Bloomberg, AS menjanjikan dana untuk membantu memperkuat gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Pasalnya, pemerintahan Donald Trump berupaya memperdalam keterlibatannya dalam konflik, di mana China juga berusaha berperan sebagai mediator.

Utusan senior AS mengatakan dia yakin gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand akan bertahan, dengan mengalokasikan US$45 juta (sekira Rp758 miliar) untuk menstabilkan perbatasan mereka yang bermasalah, membersihkan amunisi, dan memerangi kejahatan lintas batas.


Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Michael DeSombre mengatakan kepada wartawan di Bangkok pada Jumat (9/1/2026) bahwa AS menyediakan US$15 juta untuk stabilisasi perbatasan, US$10 juta untuk pembersihan ranjau dan amunisi yang belum meledak, serta US$20 juta untuk inisiatif membantu kedua negara memerangi operasi penipuan dan perdagangan narkoba.

Negara tetangga di Asia Tenggara ini mencapai gencatan senjata pada 27 Desember, setelah gencatan senjata sebelumnya yang disepakati pada akhir Juli runtuh. Gencatan senjata ini sebagian besar bertahan, meski ada tuduhan saling melanggar di sepanjang perbatasan.