Capaian tersebut juga sebagai imbas dari pembukaan kembali pemblokiran anggaran pada awal 2025 lalu seiring instruksi efisiensi Presiden Prabowo Subianto yang mencapai sebesar Rp206,4 triliun.
"Anggaran yang dibuka kembali adalah sekitar Rp 206,4 triliun dari Rp 306,7 triliun tersebut supaya operasional dasar bisa tetap berlangsung, supaya belanja bantuan sosial bisa tetap berjalan,” kata dia.
Dari sisi penggunaannya, realisasi belanja K/L tersebut terdiri atas belanja barang sebesar Rp 564,9 triliun, belanja modal Rp 427,5 triliun, serta belanja bantuan sosial senilai Rp 186,6 triliun. Adapun belanja pegawai terealisasi sebesar Rp 321,3 triliun, sementara pembayaran pensiun mencapai Rp 166,5 triliun.
Sekadar catatan, sejak Oktober 2024, Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih dengan jumlah K/L mencapai 48. Angka ini bertambah hingga 14 K/L dibanding pada era Presiden Joko Widodo yang hanya berjumlah 34 K/L. Tak hanya itu, Prabowo juga melantik menteri beserta wakil menteri dengan jumlah mencapai angka 100 orang pada pemerintahannya.
(lav)





























