Logo Bloomberg Technoz

Kemenkeu Akui Konflik AS-Iran Berpotensi Tekan Kinerja Ekspor RI

Redaksi
03 March 2026 06:40

Gedung Kementerian Keuangan. (Dok kemenkeu.go.id)
Gedung Kementerian Keuangan. (Dok kemenkeu.go.id)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan mengakui konflik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi menekan kinerja ekspor nasional, melalui pelemahan permintaan eksternal dan peningkatan biaya logistik. 

Febrio Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, menjelaskan pemerintah akan terus memantau risiko global akibat konflik di Timur Tengah secara cermat, khususnya pasca-serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang diikuti penutupan Selat Hormuz.

"Risiko gangguan terhadap rantai pasok global, terutama pasokan energi dan minyak bumi, serta peningkatan volatilitas pasar keuangan global menjadi perhatian utama. Ketegangan perdagangan global juga berpotensi menekan kinerja ekspor nasional," ujar Febrio dalam keterangan pers, dikutip Selasa (3/3/2026).


Menanggapi hal ini, dia menegaskan pemerintah terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui percepatan keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, dan peningkatan daya saing produk ekspor bernilai tambah. Selain itu, dengan diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional guna memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.