ISEI Perkuat Kolaborasi Industri untuk UMKM Naik Kelas

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) kembali menegaskan perannya sebagai simpul kolaborasi strategis dalam penguatan ekonomi nasional. Dalam rangkaian Road to Sidang Pleno XXV, Pengurus Pusat ISEI menyelenggarakan kegiatan ISEI Industry Matching bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di fasilitas PT Eran Plasindo Utama, Klapanunggal, Bogor.
Kegiatan ini dirancang sebagai forum sinergi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah atau dikenal dengan pendekatan Akademisi, Bisnis, dan Government (ABG). Melalui pendekatan tersebut, ISEI mendorong terbentuknya skema pembinaan UMKM yang inklusif dan terintegrasi dalam ekosistem industri nasional.
ISEI Industry Matching menjadi wadah untuk menghubungkan gagasan berbasis riset dengan praktik bisnis nyata. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat konsep inclusive closed-loop dalam pembinaan UMKM, sehingga pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Acara ini menegaskan bahwa peningkatan daya saing UMKM membutuhkan keterpaduan antara kebijakan publik yang presisi, praktik bisnis yang teruji, serta dukungan regulasi yang adaptif terhadap dinamika industri.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Bisnis dan Pengembangan ASTRA Infra, Ir. Rahmat Samulo. Ia menekankan pentingnya peran dunia usaha besar dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat melalui pembinaan terstruktur dan integrasi ke dalam rantai pasok industri.
Menurutnya, keterlibatan korporasi dalam pembinaan UMKM bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi industri nasional yang berdaya saing.
Selanjutnya, Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri PP ISEI, Dr. Aviliani, menyoroti urgensi penguatan model kemitraan strategis. Ia menilai bahwa keberlanjutan UMKM hanya dapat dicapai apabila terdapat kolaborasi yang konsisten antara pelaku usaha, pembina, dan perumus kebijakan.
Dr. Aviliani menyampaikan bahwa ISEI berkomitmen mendorong kebijakan yang tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi berbasis pada praktik terbaik dan kebutuhan riil dunia usaha.
Model Pembinaan Terintegrasi untuk UMKM
Dalam sesi pemaparan, Yayasan Dharma Bhakti Astra menjelaskan secara rinci model pembinaan UMKM yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Model tersebut mencakup peningkatan kapasitas manajerial, standarisasi proses produksi, penguatan tata kelola, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan.
Pendekatan pembinaan YDBA menempatkan UMKM sebagai mitra strategis dalam ekosistem industri. UMKM tidak hanya dibina agar mampu bertahan, tetapi juga dipersiapkan untuk memenuhi standar industri yang lebih tinggi.
PT Eran Plasindo Utama, sebagai salah satu UMKM binaan YDBA, menjadi contoh konkret keberhasilan model pembinaan tersebut. Perusahaan ini menunjukkan bagaimana pembinaan yang terstruktur mampu meningkatkan kualitas produksi, efisiensi operasional, serta daya saing di pasar industri.
Melalui kunjungan lapangan, peserta ISEI Industry Matching memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM dalam proses eskalasi kelas usaha. Observasi ini menjadi dasar penting dalam perumusan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat.
Diskusi strategis yang berlangsung juga menyoroti data empiris mengenai dinamika UMKM di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, tercatat adanya penurunan signifikan jumlah usaha mikro yang berhasil naik menjadi usaha mandiri, serta usaha menengah yang justru turun kelas menjadi usaha mikro.
Fenomena tersebut terjadi di berbagai provinsi dan mencerminkan tantangan serius dalam keberlanjutan UMKM. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat sasaran, proses naik kelas UMKM berpotensi terus terhambat.
ISEI memandang kondisi ini sebagai sinyal perlunya pendekatan baru dalam pembinaan UMKM. Skema pembinaan yang terfragmentasi dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan usaha saat ini.
Melalui ISEI Industry Matching, organisasi ini berupaya merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih presisi. Fokus diarahkan pada penguatan pembinaan yang terintegrasi, terukur, dan berbasis kebutuhan riil industri, bukan sekadar program bantuan jangka pendek.
Hasil diskusi dan temuan lapangan dalam kegiatan ini akan menjadi bagian penting dalam pembahasan Sidang Pleno XXV ISEI. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
ISEI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Organisasi ini berupaya menghadirkan solusi berbasis praktik terbaik dan kolaborasi multipihak guna menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan buka bersama dan ramah tamah sebagai simbol penguatan jejaring lintas sektor. Momentum ini mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi fondasi utama dalam mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
































