Logo Bloomberg Technoz

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi dengan area pengujian di kisaran 8.850-8.900. Level resistance terdekat berada di 8.970, pivot di 8.900, dan support di 8.800.

Sementara itu, kondisi fiskal menunjukkan tekanan yang masih berlanjut. Defisit APBN per Desember 2025 tercatat mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit tahun 2024 yang sebesar 2,3% dari PDB, serta melampaui target defisit APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 2,53% dari PDB. Keseimbangan primer juga mencatatkan defisit Rp180,7 triliun. 

Dari sisi realisasi, penerimaan negara mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7% dari target, sementara belanja negara terealisasi Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari pagu anggaran.

Di tengah tekanan tersebut, cadangan devisa Indonesia justru mencatatkan peningkatan. Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa pada Desember 2025 naik menjadi US$156,5 miliar dari US$150,1 miliar pada November 2025. 

Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman luar negeri. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, serta merupakan level tertinggi sejak Maret 2025.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence dan penjualan otomotif yang dijadwalkan pada Jumat (9/1). Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, saham-saham yang menjadi pilihan pada perdagangan 9 Januari meliputi UNVR, ACES, SMDR, BKSL, dan SIDO.

(ell)

No more pages