Logo Bloomberg Technoz

Dalam ketentuan tersebut, pelanggaran aktivitas pertambangan nikel dapat dikenakan denda hingga Rp6,5 miliar per hektare.

Dari sisi permintaan, Bloomberg News melaporkan bahwa pembelian China untuk produk nickel pig iron (NPI) tercatat lebih aktif dari biasanya. Aktivitas ini diduga terkait dengan penimbunan industri menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. 

Pola perdagangan juga menunjukkan peran investor China dalam pergerakan harga logam, dengan lonjakan harga dan volume di LME terjadi selama jam perdagangan Asia dan berlanjut pada sesi malam di Shanghai Futures Exchange.

Meski sempat menguat tajam, harga nikel LME kontrak forward tiga bulan kemudian terkoreksi 1,4% dari level tertingginya dan ditutup di posisi US$18.524 per ton pada Rabu (7/1/2026) pukul 16.00 WIB.

Analis Mysteel Global, Fan Jianyuan, mengatakan, penurunan tersebut merupakan aksi ambil untung setelah lonjakan harga yang sebagian besar didorong oleh arus masuk modal finansial. Fan juga menyampaikan bahwa secara fundamental, pasar nikel masih berada dalam kondisi surplus.

Di pasar modal domestik, berdasarkan proyeksi konsensus, dari tiga emiten nikel besar yang tercatat di BEI, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), MBMA diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba bersih tertinggi pada periode 2025F–2026F.

Proyeksi pertumbuhan laba bersih MBMA diperkirakan mencapai 316% secara tahunan, disusul INCO sebesar 106% dan NCKL sebesar 20%. Secara nominal, laba bersih 2026F diperkirakan sebesar US$144 juta untuk MBMA, US$160 juta untuk INCO, dan Rp10 triliun untuk NCKL.

(wep)

TAG

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone