Logo Bloomberg Technoz

Dia menambahkan bahwa data jaringan XLSMART juga memperlihatkan tingginya aktivitas digital pelanggan selama mengisi masa liburan Natal dan Tahun Baru. Trafik data di area permukiman termasuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan kota-kota besar lainnya diklaim tetap naik sekitar 51% dibandingkan hari normal. 

Secara nasional, lanjut Shurish, kenaikan trafik tertinggi tercatat di sejumlah kabupaten dan kota tujuan wisata dan mobilitas tinggi, dengan peningkatan trafik diklaim mencapai lebih dari 12% daripada hari biasa. Berdasarkan provinsi, lonjakan trafik paling tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara dengan rata-rata kenaikan sekitar 61%.

Selanjutnya, disusul Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan yang meningkat sampai 59%, serta Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel yang naik sekitar 40%. Untuk wilayah Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, trafik data meningkat rerata kurang lebih 13% dibandingkan hari biasa, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya antara lain Kota Semarang, Provinsi Jateng; Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jabar; dan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. 

Secara rata-rata, Shurish mengeklaim trafik data di Provinsi Jatim meningkat sekitar 7%, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya yaitu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Surabaya.  Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara kenaikan trafik rata-rata kurang lebih 8%, sementara Sulawesi naik sekitar 11% dibandingkan hari normal.
 
Shurish mengeklaim area tujuan wisata populer juga mengalami lonjakan trafik data yang signifikan. Dataran Tinggi Dieng Plateu, Provinsi Jateng mencatat kenaikan trafik hingga lebih dari 1000% dibandingkan hari normal. Lalu, di Kawasan Pantai Pangandaran, Provinsi Jabar, trafik data melonjak sampai lebih dari 200%.
 
Selanjutnya, kata Shurish, jumlah pelanggan XLSMART yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan memanfaatkan layanan roaming—layanan yang memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung ke jaringan seluler ketika berada di luar jangkauan operator seluler—selama periode Nataru tercatat mencapai lebih dari 450 ribu pelanggan, naik sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Negara tujuan terbanyak masih didominasi oleh Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Australia, serta sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Di samping itu, Indosat mengeklaim terdapat peningkatan trafik data yang signifikan sepanjang 2025 lalu, sejalan dengan makin tingginya konsumsi digital masyarakat Indonesia. Selama periode Nataru pada 21 Desember 2025-1 Januari 2026, trafik data nasional mengalami pertumbuhan dua digit atau meningkat sekitar 15% dibandingkan hari biasa dan lebih dari 20% daripada periode tahun sebelumnya.

Direktur dan CTO Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung mengatakan, pertumbuhan trafik data bukan sebatas indikator teknis, melainkan gambaran nyata tentang perkembangan ekonomi digital Indonesia. Dia mengeklaim, lonjakan penggunaan data kini tak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di area wisata, pusat ekonomi baru, sampai daerah yang sebelumnya mempunyai aktivitas digital terbatas.

“Hal ini memperlihatkan bahwa dampak layanan Indosat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Desmond lewat keterangan tertulis, dikutip Kamis. 

Menurut dia, dengan dukungan teknologi artificial intelligence (AI) di Digital Intelligence Operations Center (DIOC), seluruh tim teknis bisa menangani potensi gangguan dengan lebih cepat, memastikan pelanggan IM3, Tri, dan HiFi dapat menikmati koneksi yang andal di mana saja mereka berada.

Untuk mengantisipasi kebutuhan aktivitas digital masyarakat yang melonjak, Indosat memperkuat kapasitas jaringan di titik strategis terutama di setiap wilayah yang mencatat lonjakan trafik tertinggi meliputi Bogor, Sukabumi, Tangerang di area Jabodetabek, Garut, Bandung, dan Klaten di wilayah Jawa.

Lalu, Bandung, Kota Denpasar, dan Tabanan di Bali, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin di Sumatera. Selain itu di Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba di Kalimantan dan Sulawesi.

Dia menjelaskan, periode ini pun meliputi peningkatan popularitas layanan digital dengan 5 aplikasi yang mengalami lonjakan penggunaan tertinggi adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube. Langkah ini diklaim akibat adanya dukungan dari lebih dari 208.000 base transceiver station (BTS) 4G dan BTS 5G, saat ini sudah mencapai 1.404 titik yang tersebar di seluruh Indonesia dengan pertumbuhan BTS 4G sebesar 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Komdigi RI Klaim Kualitas Layanan Telekomunikasi Stabil

Di samping itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia (RI) mengeklaim kualitas layanan telekomunikasi nasional berada dalam kondisi stabil sepanjang periode libur Nataru 2025/2026, meskipun terjadi lonjakan trafik akibat tingginya mobilitas nasional.

“Dari tanggal 19 [Desember 2025] hingga 4 Januari, kami laporkan, dan mudah-mudahan ini sudah terasa juga oleh masyarakat, bahwa kualitas cukup terjaga, stabil dan aman untuk konektivitas nasional berada dalam kondisi terjaga,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam keterangan tertulis di laman resmi Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, dikutip Kamis.

Dia mengeklaim kondisi kualitas layanan telekomunikasi selama periode tersebut terjaga dengan pengukuran di 104 kabupaten/kota atau 35 provinsi, di mana kecepatan rata-rata mencapai 80,58 megabita per detik (Mbps) untuk unduh dan 35,36 Mbps buat unggah. Untuk operator seluler (opsel) Telkomsel, Meutya menyebut rerata kecepatan tertingginya mencapai 96,15 Mbps, Indosat 80,79 Mbps, dan dan XLSMART 63,01 Mbps. 

Meutya menuturkan, pihaknya menilai angka tersebut memperlihatkan jaringan tetap mampu melayani peningkatan trafik selama puncak liburan. Layanan ini juga mendukung kebutuhan warga untuk berkomunikasi, mengakses informasi, dan melakukan transaksi digital saat bepergian, di mana posko pemantauan telah beroperasi sejak 19 Desember 2025-4 Januari 2026.

Adapun lonjakan trafik data yang terjadi selama periode tersebut, klaim Meutya, XLSMART mengalami peningkatan tertinggi hingga 40%, Telkomsel naik 12,4%, dan Indosat 13,36%.

(far/wep)

No more pages