Industri Penerbangan Kembang Kempis, Asosiasi Minta Insentif
Mis Fransiska Dewi
09 January 2026 13:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) meminta sejumlah insentif imbas banyaknya persoalan di dalam industri penerbangan seperti turunnya jumlah penumpang hingga tingginya biaya operasional.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja membeberkan sejumlah insentif yang diminta yakni pemerintah dapat menurunkan biaya operasional penerbangan seperti perlindungan dari rugi nilai tukar mata uang (kurs), penurunan harga avtur, penghapusan semua PPN, dan bea masuk pesawat dan spareparts.
Tak hanya itu, INACA juga meminta pemerintah dapat melakukan penyesuaian aturan terkait tarif batas atas (TBA), baik untuk rute penerbangan jarak pendek maupun rute jarak panjang, serta rute padat dan kurang padat.
“Segera menindaklanjuti Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara Nasional dengan aturan-aturan operasionalnya, terutama terkait dengan penggunaan ruang udara bersama (flexibillity use airspace) antara penerbangan sipil dan militer sehingga operasional penerbangan pesawat menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Denon dalam keterangan resmi dikutip Jumat (9/1/2026).
INACA juga meminta pemerintah dapat memberikan sanksi tegas kepada operator penerbangan carter asing (OC 91 asing) yang melanggar aturan regulasi penerbangan Indonesia. Menurut azas Cabotage, seharusnya pesawat registrasi non-PK (non-Indonesia) tidak dapat melakukan penerbangan komersial di Indonesia.




























