Logo Bloomberg Technoz

Satu Alasan Ini Membuat Manusia Tak Akan Digantikan oleh AI

News
09 January 2026 16:15

Ilustrasi merekrut karyawan di era AI (Bloomberg)
Ilustrasi merekrut karyawan di era AI (Bloomberg)

Jo Constantz–Bloomberg News

Bloomberg,  Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berkembang begitu cepat, sehingga eksekutif perusahaan belum sepenuhnya memahami apa yang dapat dan tidak dapat dilakukannya. Namun, hal tersebut sudah membuat mereka berpikir dua kali sebelum merekrut manusia sebagai karyawan.

“Kami mengadopsi filosofi Elon Musk: Anda benar-benar harus memberikan alasan yang kuat untuk membawa manusia lain ke dalam organisasi kami,” kata Cathie Wood, pendiri Ark Investment Management LLC, kepada wartawan pada musim gugur ini. Platform e-commerce Shopify Inc. telah mewajibkan selama berbulan-bulan agar manajer yang ingin merekrut harus “membuktikan mengapa mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka menggunakan AI.”


Jeremy Barnum, CFO di JPMorgan Chase & Co., memberi gambarkan “kecurigaan yang sangat kuat” terhadap perekrutan lebih banyak orang setiap kali bank mengidentifikasi kebutuhan baru. “Kami tahu bahwa meskipun kami tidak selalu dapat mengukurnya dengan tepat,” katanya, “ada angin segar produktivitas dari AI.”

Sebagian besar perusahaan tidak menghadapi larangan mutlak untuk menambah staf, dan banyak yang masih merekrut untuk peran yang dianggap penting guna pertumbuhan, seperti ahli engineering dan sales. Akan tetapi, dengan AI yang berkembang pesat manajemen kini meninjau dengan lebih kritis setiap peran yang berpotensi dialihkan ke platform seperti ChatGPT, termasuk posisi entry-level yang biasanya melatih junior di tempat kerjanya. Ketika perusahaan merekrut, prosesnya kini lebih rumit dan memerlukan persetujuan yang lebih sedikit.