Logo Bloomberg Technoz

Menelisik lebih lanjut, seperti yang dilaporkan Bloomberg, harga emas tetap menunjukkan kinerja yang sangat kuat biarpun tengah mengalami pelemahan. Kecemasan yang masih berlanjut terhadap kondisi ekonomi AS serta menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS mendorong arus dana ke aset lindung nilai.

Logam mulia tersebut mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$4.533,2 pada 26 Desember lalu, yang menjadi katalis positif bagi kinerja emiten emas.

Saham Emas Bullish

Kenaikan harga emas tersebut turut mendorong prospek saham–saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas saham emas Indonesia berhasil memperoleh rekomendasi buy/ beli.

Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham dan juga target harga saham emas berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada Kamis, 8 Januari 2026,

Aneka Tambang (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), mencapai 26 analis dalam konsensus Bloomberg menyematkan rekomendasi buy dengan target harga saham Antam mencapai Rp3.696/saham. 

Terbaru, Dony Setiady, Analis Macquarie, memberikan rekomendasi outperform terhadap saham ANTM dengan target harga Rp5.600/saham. Kemudian Erindra Krisnawan, analis BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp4.100/saham.

Hartadinata Abadi (HRTA)

Senada dengan tren penguatan, empat analis merekomendasikan buy saham HRTA. Tidak ada satu pun analis yang merekomendasikan hold ataupun sell. Konsensus menghasilkan target harga saham HRTA ada di level Rp1.800/saham, dengan pandangan bullish.

Salah satunya adalah Raka Junico Widyarman, analis MNC Sekuritas, yang memberi rekomendasi buy saham HRTA dengan target harga mencapai Rp1.800/saham.

Archi Indonesia (ARCI)

Lima analis menyematkan rekomendasi buy saham ARCI, tak ada satu pun analis merekomendasikan hold atau sell. Konsensus menghasilkan target harga saham ARCI ada di level Rp1.672/saham.

Benyamin Mikael, analis UOB Kay Hian memberikan rekomendasi buy pada saham ARCI dengan target harga mencapai Rp2.050/saham. Begitu juga dengan Farah Rahmi Oktaviani, Analis Mandiri Sekuritas, memberikan rekomendasi buy dengan target harga saham mencapai Rp1.900/saham.

Merdeka Copper Gold (MDKA)

Mayoritas analis berdasarkan konsensus Bloomberg memasang sikap bullish untuk saham MDKA, dengan 26 analis menyematkan rekomendasi buy.

Konsensus menghasilkan target harga saham MDKA di level Rp3.156/saham. Target harga ini berlaku untuk 12 bulan ke depan dengan potensi return mencapai 20%.

Terbaru, Igor Nyoman Putra, Analis UBS, memberikan rekomendasi buy saham MDKA dengan target harga lebih tinggi mencapai Rp3.200/saham. Optimisnya lagi, Dony Setiady dari Macquarie menyematkan peringkat outperform saham MDKA dengan target harga Rp4.400/saham.

Merdeka Gold Resources (EMAS) 

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga mencatat lima analis dalam konsensus Bloomberg yang memberikan rekomendasi buy, dengan target harga Rp5.656/saham. Salah satunya ialah Inav Haria Chandra, Analis Sinarmas Sekuritas, dengan target harga saham EMAS darinya mencapai Rp6.000/saham.

Indika Energy (INDY)

Sebanyak lima analis dalam konsensus Bloomberg merekomendasikan buy saham INDY, dengan target harga saham mencapai Rp3.060/saham.

Salah satu analis yang merekomendasikan buy adalah Kenny Shan dari Sinarmas Sekuritas. Target harga darinya ada di Rp3.300/saham.

Sebelumnya, Michael Wildon Ng, Analis PT Verdhana Sekuritas, juga menyematkan rekomendasi buy saham INDY dengan target harga Rp3.600/saham.

United Tractors (UNTR)

Sebanyak 19 analis dalam survei Bloomberg merekomendasikan buy saham UNTR. Adapun target harga secara konsensus ada di Rp31.012/saham,

Terbaru, Ariyanto Jahja dari Macquarie memberikan peringkat outperform pada saham UNTR dengan target harga Rp33.000/saham. Lebih optimis lagi, Igor Nyoman Putra dari UBS memberikan rekomendasi buy dengan target harga mencapai Rp35.000/saham.

(fad/aji)

No more pages