Logo Bloomberg Technoz

Rencana ini muncul ketika pemerintahan Trump mendorong perusahaan-perusahaan energi AS untuk membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela yang memburuk dan menghidupkan kembali produksinya yang melemah. Departemen Energi mengatakan AS juga secara selektif mencabut sebagian sanksi terhadap sektor minyak Venezuela sebagai bagian dari upaya tersebut.

Presiden Donald Trump pada Selasa malam mengatakan Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyaknya kepada AS untuk dijual, dengan nilai sekitar US$2,8 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.

AS telah mulai memasarkan minyak mentah Venezuela, kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam pengarahan pada Rabu.

Pendapatan dari penjualan tersebut akan disimpan di rekening Departemen Keuangan AS, sebuah langkah yang akan melindungi hasil penjualan itu dari para kreditur Venezuela, menurut seseorang yang mengetahui masalah ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat Amerika dan Venezuela, kata Leavitt.

“Kami tidak mencuri minyak siapa pun,” kata Wright dalam wawancara dengan CNBC.

“Kami akan memulai kembali penjualan minyak Venezuela di pasar minyak mentah global, menempatkannya di rekening atas nama Venezuela, dan membawa dana tersebut kembali ke Venezuela untuk kepentingan rakyat Venezuela.”

Venezuela Pumps a Lot Less Oil Than It Used To. (Sumber; PVDSA data)

Hasil penjualan minyak Venezuela pada tahap awal tidak akan digunakan untuk membayar Exxon Mobil Corp., ConocoPhillips, dan perusahaan-perusahaan AS lainnya yang asetnya dinasionalisasi oleh pendahulu Maduro, Hugo Chávez, pada pertengahan 2000-an, kata Wright. 

Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memang perlu diberi kompensasi, tetapi menggambarkannya sebagai “isu jangka panjang.”

Perusahaan minyak negara Venezuela, Petróleos de Venezuela SA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tengah bernegosiasi dengan Washington mengenai penjualan minyak mentah melalui sebuah kerangka kerja yang akan serupa dengan pengaturannya bersama Chevron Corp., satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di negara tersebut.

Sebelumnya, pasukan AS menyita dua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi tambahan, termasuk satu kapal berbendera Rusia, ketika pemerintahan Trump mendorong upaya untuk mengendalikan seluruh ekspor minyak mentah Venezuela. Salah satu kapal disita di Samudra Atlantik di selatan Islandia, sementara yang lainnya ditangkap di kawasan Karibia.

Trump mendorong perusahaan-perusahaan minyak AS seperti Chevron, ConocoPhillips, dan Exxon untuk membangun kembali infrastruktur Venezuela dan menghidupkan kembali produksinya, setelah AS menyingkirkan mantan Presiden Nicolás Maduro. Menurut seorang pejabat, pemerintahan AS telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan minyak. Presiden dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif energi pada Jumat, kata Leavitt.

“Ini hanyalah pertemuan untuk membahas, tentu saja, peluang besar yang saat ini terbuka di hadapan perusahaan-perusahaan minyak tersebut,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga kemungkinan akan menghadiri pertemuan yang sedang direncanakan itu, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Sektor minyak Venezuela telah menderita akibat bertahun-tahun korupsi, kurangnya investasi, dan pengabaian, sehingga produksinya kini kurang dari 1 juta barel per hari. Wright memperkirakan output dapat ditingkatkan beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah.

Memulihkan industri tersebut ke kejayaannya di masa lalu akan menjadi upaya besar, dengan biaya yang diperkirakan mencapai US$10 miliar per tahun selama dekade mendatang, menurut perkiraan Francisco Monaldi, direktur kebijakan energi Amerika Latin di Baker Institute for Public Policy, Rice University.

Perusahaan-perusahaan minyak AS sejauh ini masih sedikit memberikan pernyataan publik mengenai kesediaan mereka untuk menjalankan upaya tersebut.

Venezuela memiliki sebagian cadangan minyak mentah terbesar di dunia, tetapi perusahaan-perusahaan akan ingin memastikan adanya pemerintahan yang stabil sebelum melakukan investasi jangka panjang. Mereka juga menginginkan tingkat keyakinan tertentu bahwa Washington akan tetap mendukung keberadaan mereka di Venezuela bahkan setelah Trump tidak lagi menjabat.

Kontrak berjangka minyak global turun 1,5% pada Rabu, diperdagangkan di kisaran US$60 per barel.

(bbn)

No more pages