Logo Bloomberg Technoz

Tak hanya Bali, Hariyadi menuturkan okupansi hotel di provinsi lain juga mengalami penurunan yakni Jawa Barat pada periode libur Natal pada 24 dan 25 Desember 2025 hanya mampu mencapai 65%. Angka ini mengalami penurunan sampai 15 % dibandingkan dengan 2024.

Okupansi di ⁠DKI Jakarta di kisaran 60% - 64%. Okupansi di Jawa Timur rata-rata 65% karena terdapat kegiatan Surabaya Holiday Super Sale. Jawa Tengah mencapai 71%, namun di kota-kota tertentu bisa mencapai 89%. Yogyakarta bisa mencapai 80%-90%

Di sisi lain, okupansi beberapa provinsi di luar Pulau Jawa tidak mampu mencapai 50% seperti Kalimantan Utara di kisaran 40% – 45 %; Sulawesi Selatan hanya 31% – 34.5%; Sulawesi Tenggara khususnya Kendari di level 50%; Batam sekitar 50%; dan Sumatera Selatan secara year to date hanya di angka 50,51%, namun pada Desember bisa mencapai 65,14%. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat tingkat okupansi hotel klasifikasi bintang turun 1,07% secara tahunan (YoY) menjadi 53,89% per November 2025. 

“TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 53,89% atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05% poin, tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 1,07% poin,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Senin (5/1/2025).

BPS mencatat okupansi hotel berbintang paling tinggi tercatat di Provinsi Papua Selatan, yakni sebesar 63,31%. Hal ini salah satunya didorong oleh penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di daerah tersebut.

(ain)

No more pages