Ketegangan terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro lewat operasi militer akhir pekan lalu. Ketegangan geopolitik ini memicu peningkatan sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Investor diprediksi akan mengurangi eksposurnya pada aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang, dan kemungkinan akan kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS dan obligasi pemerintah AS.
Kondisi ini menambah tekanan pada rupiah di saat yang cukup sensitif. Ketergantungan Indonesia pada pembiayaan eksternal, dan tingginya porsi kepemilikan asing di pasar obligasi membuat rupiah relatif rentan dengan sentimen seperti ini.
Dengan kondisi ini, rupiah diprediksi berpeluang tertekan di rentang Rp16.750/US$ hingga Rp16.850/US$ dalam perdagangan hari ini.
(riset/aji)






























