Logo Bloomberg Technoz

Purbaya & SRO Perketat Pasar, Saham Gorengan Masih Jadi Sorotan

Recha Tiara Dermawan
02 January 2026 13:20

Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)
Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan langkah penguatan integritas pasar modal dan pengawasan terhadap praktik manipulasi saham atau saham gorengan, di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta meningkatnya aktivitas investor ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI), adalah merupakan hal wajib.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kenaikan IHSG mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap arah perekonomian nasional. Ia menilai perbaikan fundamental ekonomi, ditopang oleh sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia, menjadi faktor utama yang mendukung sentimen positif tersebut.

“Saya pikir itu ada optimisme di pasar, pelaku pasar melihat bahwa kita akan membaik terus ke depan,” ujar Purbaya usai menghadiri pembukaan perdagangan BEI.


Purbaya menambahkan, koordinasi kebijakan yang semakin solid berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam konteks tersebut, ia menyebut pencapaian IHSG di level yang lebih tinggi bukan hal yang mustahil.

“Target tahun ini 10.000 itu bukan angka yang mustahil untuk dicapai,” katanya.