Logo Bloomberg Technoz

OJK Senggol MSCI, Singgung Soal Transparansi di Pasar Modal

Artha Adventy
02 January 2026 11:40

Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)
Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyoroti usulan perubahan metodologi penghitungan free float saham Indonesia yang diajukan oleh penyedia indeks global MSCI.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, regulator bersama pelaku pasar dan self-regulatory organization (SRO) tengah menyiapkan sejumlah penguatan di pasar modal. Salah satu fokusnya adalah peningkatan transparansi penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), yang dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor global.

“Sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional seperti MSCI yang sampai perlu mengeluarkan proposal metode perhitungan free float khusus untuk indonesia,” kata Mahendra dalam seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026, Jumat (2/1/2026).


Selain aspek transparansi, OJK bersama SRO juga berkomitmen menjalankan berbagai program strategis yang bertujuan memperkuat integritas dan memperdalam pasar modal domestik. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh, mulai dari entry requirement, peningkatan free float atau floating shares termasuk penerapan continuous free float, hingga kejelasan kebijakan exit.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan bahwa MSCI akan memberikan tanggapan atas surat yang disampaikan bursa pada Februari 2026.