Logo Bloomberg Technoz

Investor Ritel Mendominasi, OJK Wanti-wanti Soal Saham Gorengan

Artha Adventy
02 January 2026 13:10

Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)
Pembukaan Perdagangan BEI 2026, ka ki Inarno Djajadi, Mirza Adityaswara, Misbakhun, Mahendra Siregar, Perry W. (Bloomberg Technoz/Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan perlunya penguatan perlindungan investor ritel, khususnya terkait saham gorengan, di tengah meningkatnya dominasi transaksi ritel di pasar saham Indonesia.

Dalam seremoni pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2025), Mahendra menyebut porsi transaksi investor ritel melonjak dari 38% di akhir 2024 menjadi 50% berdasarkan data terakhir.

Menurut Mahendra, proporsi tersebut tergolong besar dibandingkan negara lain yang pasar modalnya lebih mengandalkan investor institusional, baik domestik maupun asing.


“Artinya, kembali semakin meningkatkan urgency penguatan aspek pelindungan termasuk melindungi investor ritel dari praktik kemungkinan goreng-menggoreng saham, transaksi tidak wajar, serta kemungkinan bentuk manipulasi lainnya,” ujar Mahendra.

Ia menambahkan, penguatan aspek integritas pasar menjadi fondasi penting dalam pengembangan pasar modal ke depan.