Logo Bloomberg Technoz

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berisiko kembali melemah usai potensi terbentur resistance di Rp16.670/US$. 

Rupiah punya target pelemahan menuju Rp16.700/US$ sampai dengan Rp16.720/US$. Level selanjutnya bisa lanjut melemah bertahap ke Rp16.750/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Jika rupiah melanjutkan tren pelemahan nantinya, support terkuat dan terjauh berada di level Rp16.800/US$. 

Adapun jika tertembus trendline channel kuat resistance-nya, maka rupiah berpotensi menguat menuju Rp16.600/US$.

Prospek ke Depan

Secara prospek, rupiah tahun ini akan ditentukan setidaknya oleh tiga hal. Pertama, arah kebijakan moneter global, yang tentu saja sangat bergantung pada langkah The Fed sebagai bank sentral AS.

Jika pelonggaran berlanjut, tekanan eksternal terhadap rupiah akan berpotensi mereda. Akan tetapi, volatilitas diprediksi tetap tinggi lantaran ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi perdagangan global masih akan terjadi. 

Kedua, kebijakan Bank Indonesia. Dengan inflasi yang cenderung naik dan adanya kebutuhan untuk menjaga daya tarik aset domestik, BI mungkin akan memilih langkah prudent secara bertahap. Stabilitas rupiah akan tetap jadi prioritas BI, dan akan membuat ruang pelonggaran suku bunga relatif terbatas. 

Ketiga, kondisi fiskal yang ketat dan APBN 2026 kerap menjadi sorotan pelaku pasar. Kebutuhan pembiayaan yang besar, ditambah dengan adanya kebutuhan biaya untuk perbaikan pasca bencana tanpa adanya pengurangan anggaran untuk program prioritas yang bersifat populis, akan memengaruhi persepsi pelaku pasar. 

Dalam jangka pendek dan menengah, rupiah agaknya berpeluang bergerak stabil dengan penguatan terbatas, asalkan arus modal portofolio tetap masuk dan volatilitas global terkendali. Namun, tanpa perbaikan struktural, nampaknya ruang apresiasi rupiah akan tetap sempit. 

(riset/aji)

No more pages