Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Sentil NIM Tinggi di Bloomberg Technoz Economic Outlook


Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz kembali menghadirkan forum diskusi tahunan Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz kembali menghadirkan forum diskusi tahunan Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Agenda utama dengan sesi Keynote + 1 on 1 Interview bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Agenda utama dengan sesi Keynote + 1 on 1 Interview bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Purbaya mengatakan bahwa perbankan masih menganut struktur oligopolis sehingga dorongan untuk menurunkan tingkat bunga bank berjalan lambat.

Purbaya mengatakan bahwa perbankan masih menganut struktur oligopolis sehingga dorongan untuk menurunkan tingkat bunga bank berjalan lambat.

Kondisi pasar perbankan oligopolis juga menyebabkan rasio pendapatan bunga atau Net Interest Margin tergolong tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Kondisi pasar perbankan oligopolis juga menyebabkan rasio pendapatan bunga atau Net Interest Margin tergolong tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Ia mengakui ada perbedaan antara regulasi insentif yang tertuang di atas kertas dengan implementasinya di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Ia mengakui ada perbedaan antara regulasi insentif yang tertuang di atas kertas dengan implementasinya di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Meski berbagai kebijakan telah dirancang untuk mendukung dunia usaha, keluhan dari pelaku bisnis masih kerap muncul. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Meski berbagai kebijakan telah dirancang untuk mendukung dunia usaha, keluhan dari pelaku bisnis masih kerap muncul. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Untuk mengatasi persoalan tersebut dan memperbaiki iklim investasi, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Untuk mengatasi persoalan tersebut dan memperbaiki iklim investasi, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bloomberg Technoz kembali menghadirkan forum diskusi tahunan Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Agenda utama dengan sesi Keynote + 1 on 1 Interview bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Purbaya mengatakan bahwa perbankan masih menganut struktur oligopolis sehingga dorongan untuk menurunkan tingkat bunga bank berjalan lambat.
Kondisi pasar perbankan oligopolis juga menyebabkan rasio pendapatan bunga atau Net Interest Margin tergolong tinggi. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Ia mengakui ada perbedaan antara regulasi insentif yang tertuang di atas kertas dengan implementasinya di lapangan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Meski berbagai kebijakan telah dirancang untuk mendukung dunia usaha, keluhan dari pelaku bisnis masih kerap muncul. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Untuk mengatasi persoalan tersebut dan memperbaiki iklim investasi, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bloomberg Technoz kembali menghadirkan forum tahunan Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, yang mempertemukan para pembuat kebijakan, ekonom, dan pelaku usaha untuk membahas arah perekonomian di tengah dinamika transisi global dan ketidakpastian yang terus berkembang.

Mengusung tema “Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities”, forum ini menempatkan isu transisi ekonomi sebagai fokus utama. Ketidakpastian global, pergeseran rantai pasok, normalisasi kebijakan moneter, serta percepatan transformasi teknologi menjadi konteks strategis yang membentuk arah diskusi.

Salah satu agenda utama adalah sesi Keynote dan 1-on-1 Interview bersama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sesi ini menjadi fondasi diskusi dengan mengangkat pandangan pemerintah terkait arah kebijakan fiskal dan strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam forum ini Purbaya mengatakan bahwa perbankan masih menganut struktur oligopolis sehingga dorongan untuk menurunkan tingkat bunga bank berjalan lambat.

Kondisi pasar perbankan oligopolis juga menyebabkan rasio pendapatan bunga atau Net Interest Margin tergolong tinggi. Purbaya dalam Bloomberg Economic Outlook 2026, lantas menyebut proporsi NIM bank tertinggi di dunia.
Dengan nada bergurau Purbaya bahkan NIM perbankan tertinggi di akhirat. 

“Seharusnya ada cara [meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil lewat kebijakan penurunan tingkat bunga],” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Bendahara Negara ini menambahkan bahwa pihaknya telah mendorong industri terlibat aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya rangsangan kebijakan bunga. Jika strategi berjalan, ekonomi riil berjalan. Terlebih, Bank Indonesia juga telah mendukung langkah pemerintah  lewat penurunan BI rate.

Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 didukung oleh sejumlah institusi keuangan nasional terkemuka, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Jakarta, ⁠PT Mayora Indah Tbk, ⁠PT Angkasa Pura Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Mayapada Internasional Tbk, PT Bank Permata Tbk, ⁠PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, ⁠PT Indonesia Financial Group (Persero), Javabica. Dukungan ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong dialog ekonomi yang kredibel dan berdampak.

(tim)