Logo Bloomberg Technoz

Pasar Menilai BI Rate Tetap 4,75% Jadi yang Paling Logis Saat Ini

Pramesti Regita Cindy
19 February 2026 06:40

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah ekonom kompak memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 hari ini, Kamis (19/2/2026). 

Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan, BI Rate ditahan mengingat inflasi Indonesia pada awal 2026 telah melampaui rentang target bank sentral dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi dalam jangka pendek.

Ia mencatat inflasi umum pada Januari 2026 mencapai 3,55% secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%. Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak Mei 2023.


Menurut Riefky, lonjakan inflasi terutama dipicu oleh low-base effect akibat pemberian diskon 50% tarif listrik bagi kelompok rumah tangga tertentu pada Januari dan Februari tahun lalu. Efek basis rendah tersebut membuat inflasi tahunan terlihat melonjak signifikan pada awal tahun ini.

"Tekanan inflasi diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka pendek menyusul datangnya periode Ramadhan dan Idul Fitri," kata Teuku Riefky dalam keterangan tertulis.