Data Utang Luar Negeri Cerminkan State-Led Growth di RI
Redaksi
18 February 2026 15:42

Bloomberg Technoz, Jakarta - Angka utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali bertambah. Per Desember 2025, posisinya mencapai US$431,7 miliar, naik 1,55% dari US$425,1 miliar pada akhir 2024, dan berada jauh dari posisi pra-pandemi 2019 yang berada di kisaran US$403,6 miliar.
Dengan kurs acuan JISDOR Rp16.844/US$, ULN akhir tahun lalu mengalami kenaikan sebesar US$6,6 miliar atau setara dengan Rp111,17 triliun, menjadi Rp7.271 triliun.
Kenaikan yang mungkin terlihat moderat secara tahunan. Namun secara tren mengindikasikan akumulasi beban eksternal yang terus bertambah dalam lima tahun terakhir.
Jika berbicara soal utang luar negeri, mungkin tidak sebatas pada kenaikan nominalnya saja, tetapi dalam konteks global yang sarat dengan ketidakpastian: menguatnya dolar AS, suku bunga tinggi lebih lama, dan potensi perlambatan ekonomi dunia, kenaikan ULN saat ini perlu dibaca lebih cermat, terutama terkait komposisinya antara negara dan swasta.
Melansir data yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) hari ini, komposisi ULN menunjukkan bahwa kenaikan berasal dari sektor publik.































