Logo Bloomberg Technoz

PHE OSES Tingkatkan Fasilitas Wisata Pantai Kerang Mas


(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) kembali berinovasi dalam mendukung pengembangan pariwisata desa di Lampung Timur. Pada akhir November 2025, perusahaan menambah sarana dan prasarana di Pantai Kerang Mas, Desa Muara Gading Mas, melalui pembangunan 10 unit gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendukung aktivitas sosial di kawasan pesisir.

Pantai Kerang Mas menjadi salah satu ruang publik vital bagi masyarakat dan wisatawan. Selain menawarkan panorama alam yang menawan, pantai ini juga menjadi titik berkumpul untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara keluarga hingga kegiatan komunitas. Pengelolaan kawasan dilakukan oleh BUMDes Punjul Buana agar destinasi ini lebih tertata dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.

Peningkatan Sarana dan Dampak Positif untuk Wisata

Sebelumnya, Pantai Kerang Mas sudah memiliki gazebo berbahan kayu dan anyaman bambu. Namun, fasilitas tersebut rusak berat akibat banjir rob dan angin kencang pada Oktober 2025. Kondisi ini membatasi ruang berkumpul wisatawan, sehingga diperlukan sarana yang lebih kokoh dan aman. PHE OSES menghadirkan tambahan gazebo untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap terjaga.

Ketua BUMDes Punjul Buana, Edi Susilo, menyatakan bahwa fasilitas baru ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dan wisatawan. “Kami berupaya menghadirkan Pantai Kerang Mas sebagai tempat yang nyaman untuk wisatawan berkumpul, beristirahat, dan menikmati kebersamaan. Kehadiran program CSR PHE OSES ini memberi kami dorongan baru untuk mewujudkan fasilitas yang lebih layak dan ramah,” ujarnya. Gazebo baru diharapkan memperkuat pelayanan wisata sekaligus meningkatkan pengalaman pengunjung.

Head Communication, Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, menambahkan bahwa pengembangan fasilitas wisata merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir. “Pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat pesisir menjadi fokus program CSR yang berkelanjutan. Penyediaan fasilitas seperti gazebo bukan sekadar penambahan sarana, tetapi investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” jelasnya. Dukungan ini diharapkan membantu BUMDes mengelola potensi wisata secara lebih mandiri.

Kolaborasi PHE OSES dengan BUMDes Punjul Buana dan Pemerintah Desa Muara Gading Mas menargetkan pengembangan Pantai Kerang Mas sebagai destinasi wisata pesisir yang tertata, nyaman, dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Kawasan ini kini siap menyambut pengunjung dengan fasilitas yang lebih baik, sekaligus menjadi ruang publik yang aman dan menyenangkan.

Upaya ini juga sejalan dengan misi PHE Regional Jawa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung kemandirian masyarakat. Regional Jawa, yang mencakup DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat, berfokus pada peningkatan produksi minyak dan gas bumi sambil menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini operasional.

PHE OSES menekankan bahwa program ini tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga untuk mendorong penguatan ekonomi lokal. Penyediaan fasilitas yang memadai di Pantai Kerang Mas diharapkan menumbuhkan peluang usaha bagi masyarakat sekitar, mulai dari usaha kuliner, penyewaan peralatan wisata, hingga aktivitas edukasi lingkungan dan budaya lokal.

Melalui pengembangan sarana ini, PHE OSES menunjukkan komitmennya untuk membangun kemandirian masyarakat serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pantai Kerang Mas kini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, wisatawan, dan komunitas lokal.

Kehadiran fasilitas baru di Pantai Kerang Mas menjadi bukti nyata kontribusi PHE OSES dalam memajukan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara perusahaan, BUMDes, dan pemerintah desa, kawasan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan destinasi wisata pesisir yang berkelanjutan, nyaman, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Lampung Timur.