Logo Bloomberg Technoz

Pro-Kontra Wacana RI Alihkan Subsidi LPG 3 Kg ke DME Batu Bara

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 December 2025 12:10

Pertamina cek keamanan stok BBM dan LPG di Banjarmasin (Dok. Pertamina)
Pertamina cek keamanan stok BBM dan LPG di Banjarmasin (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemerintah mengalihkan subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (Kg) ke dimetil eter (DME) yang berasal dari gasifikasi batu bara menuai pro dan kontra dari kalangan pakar.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memandang pengalihan subsidi LPG untuk DME belum cukup membuat produk hilirisai batu bara tersebut bisa menggantikan gas minyak cair impor.

Dia menilai keberhasilan implementasi DME akan sangat ditentukan dengan penetapan harga batu bara khusus DME serta harga jual DME yang harus lebih rendah dibandingkan dengan harga LPG impor.


“Kalau sebatas pengalihan subsidi LPG untuk DME, seolah sebatas menjawab sisi finansial. Sebaliknya yang harus dijawab justru berbagai hal sejak dari hulu [pertambangan batu bara], produksi dan pasar DME dihadapkan pada harga impor LPG,” kata Singgih ketika dihubungi, Selasa (16/12/2025).

Dia menilai proyek DME memang diharapkan dapat mengurangi impor LPG dan memberikan dampak positif bagi devisa negara. Akan tetapi, pengolahan batu bara menjadi DME bukan hal yang mudah, sebab nilai keekonomian produk serta teknologi yang digunakan terbilang mahal.

Batu bara di Sasol Coal Supply, yang menggunakan gasifikasi untuk menghasilkan bahan bakar di Secunda, Afrika Selatan./Bloomberg-Waldo Swiegers