Ketika ditanya apakah pemotongan suku bunga selanjutnya sudah pasti, Powell menolak berkomentar, tetapi menjelaskan bahwa dia tidak melihat kenaikan suku bunga sebagai skenario dasar bagi para pejabat.
Investor mengurangi ekspektasi mereka terhadap pemotongan suku bunga tahun depan, dari tiga menjadi dua. Indeks S&P 500 saham AS ditutup 0,7% lebih tinggi pada hari itu, hampir menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, dan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun sedikit turun menjadi sekitar 4,15%.
Perbedaan pendapat pada Rabu dan proyeksi suku bunga menyoroti perpecahan di kalangan pembuat kebijakan mengenai apakah pelemahan pasar tenaga kerja atau inflasi yang membandel merupakan bahaya yang lebih besar bagi perekonomian AS.
Dalam pernyataannya pada Oktober, FOMC menjelaskan faktor-faktor yang akan masuk "dalam mempertimbangkan penyesuaian tambahan" terhadap suku bunga acuan. Melalui pernyataan Rabu, komite kembali menggunakan bahasa yang digunakan pada Desember lalu—tepat sebelum jeda pemotongan suku bunga—untuk mengatakan "dalam mempertimbangkan tingkat dan waktu penyesuaian tambahan."
Pengumuman ini menandai kali pertama sejak 2019, tiga pejabat menentang keputusan kebijakan, di mana perbedaan pendapat ada di kedua ujung spektrum kebijakan. Indeks S&P 500 naik, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS turun. Tidak ada perubahan signifikan dalam ekspektasi pasar terkait pemotongan suku bunga pada 2026.
Dua gubernur bank sentral regional—Austan Goolsbee dari Chicago dan Jeff Schmid dari Kansas City—menentang keputusan tersebut, lebih memilih mempertahankan suku bunga. Anggota Dewan Gubernur Stephen Miran, yang ditunjuk Trump pada September, kembali berbeda pendapat dan mendukung pemotongan sebesar 50 basis poin.
Para pejabat Fed juga mengizinkan membeli lagi surat berharga pemerintah jangka pendek untuk mempertahankan pasokan cadangan bank yang "cukup."
Keputusan untuk menurunkan suku bunga muncul setelah perpecahan di komite menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir. Setelah memotong suku bunga terakhir pada Oktober, beberapa pejabat memperingatkan inflasi akan persisten, menunjukkan keraguan mereka untuk mendukung pemangkasan lagi. Yang lain tetap fokus pada pasar tenaga kerja yang melemah, menyerukan setidaknya satu pemotongan lagi.
Data yang saling bertentangan membantu menjelaskan mengapa tidak ada suara bulat dalam FOMC sejak Juni.
Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% pada September, dari 4,1% pada Juni. Namun harga—sebagaimana diukur oleh indikator inflasi favorit The Fed—naik 2,8% dalam setahun hingga September, masih jauh di atas target 2% bank sentral.
Penutupan pemerintah telah semakin memperumit prospek kebijakan karena rilis data penting ditunda.
Terlepas dari perpecahan di komite dan ketidakpastian ekonomi, investor mengharapkan pemotongan suku bunga pada Rabu setelah Gubernur The Fed New York John Williams, yang dianggap dekat dengan Powell, mengisyaratkan dukungannya untuk mengurangi suku bunga pada Desember dalam pidatonya pada 21 November.
(bbn)
































