Di sisi yang sama dengan IHSG, bursa daham Asia lain yang juga menapaki jalur hijau adalah NIKKEI 225 (Jepang), CSI 300 (China), dan Hang Seng (Hong Kong) yang berhasil menguat masing–masing 1,97%, 0,17%, dan 0,1%.
Sementara Bursa Saham Asia lainnya masih melemah adala Kospi (Korea Selatan), Straits Time (Singapura), KLCI (Malaysia), Shenzhen Comp. (China), TW Weighted Index (Taiwan), SETI (Thailand), Shanghai Composite (China), dan Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) yang turun mencapai 0,71%, 0,38%, 0,29%, 0,15%, 0,13%, 0,13%, 0,11%, 0,09%.
Sentimen pada perdagangan hari ini utamanya tersengat keyakinan atas pemangkasan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat pada pertemuan Desember.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, para trader bersiap menghadapi keputusan The Fed terkait suku bunga pekan depan, serta menyesuaikan posisi mereka untuk kemungkinan perubahan kebijakan dovish oleh gubernur baru.
“Pasar mencari sinyal dovish melalui permintaan tinggi untuk Treasury jangka pendek dan dukungan baru untuk pemotongan suku bunga Fed Desember,” mengutip Tom Essaye, Presiden Sevens Report.
Sebelumnya, perusahaan-perusahaan AS mengurangi jumlah tenaga kerja mereka pada bulan November, terbesar sejak 2023, menambah kecemasan tentang pelemahan pasar tenaga kerja. Aktivitas jasa meningkat sedikit lebih cepat, sementara ukuran harga yang dibayarkan turun ke level terendah dalam tujuh bulan.
“Pasar tenaga kerja yang melemah akan menjadi fokus The Fed pada pertemuan mereka di bulan Desember,” kata Jeff Roach dari LPL Financial.
Mengutip CME FedWatch Tools siang ini, probabilitas Bank Sentral Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke 3,5–3,75% dalam rapat Desember bertahan tinggi di angka keyakinan tertinggi 88,6% lebih optimistis dari sebelumnya yang sempat 83,4%.
“Saat ini, data menunjukkan suku bunga The Fed perlu dipangkas lebih jauh. Permintaan tenaga kerja AS lemah, belanja konsumen mulai memperlihatkan tanda–tanda melemah, dan risiko inflasi yang meningkat semakin memudar,” kata Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman and Co.
(fad/aji)





























