Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (3/12/2025).
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 13,16 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 8,18 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 7,03 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 4,77 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mengurangi 4,18 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengurangi 2,05 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) mengurangi 1,82 poin
- Chandra Daya Investasi (CDIA) mengurangi 1,74 poin
- Pradiksi Gunatama (PGUN) mengurangi 1,66 poin
- Capital Financial Indonesia (CASA) mengurangi 1,62 poin
Adapun saham barang baku lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 2,75%, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpeleset 2%, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga melemah dengan kehilangan 1,9%.
Saham–saham LQ45 lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) drop 2,08%, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terpeleset 1,87%, dan saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga melemah dengan kehilangan 1,71%.
Saham LQ45 potensial lainnya turut menjadi pemberat IHSG, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) drop 1,45%, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 1,15%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga terjebak di zona merah dengan drop 1%.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah akibat profit taking setelah sebelumnya sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di 8.669.
Saham sector basic materials mencatatkan pelemahan terbesar, sebaliknya saham sector teknologi membukukan kenaikan terbesar.
“Secara teknikal, histogram MACD masih bertahan di area positif dan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot. IHSG juga masih bertahan di atas level MA–5,” papar Phintraco, Rabu.
Sehingga, lanjut riset tersebut, IHSG masih berpotensi untuk bergerak menguat menguji level resistance di 8.650 – 8.670 pada perdagangan Kamis.
Sedang Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup di zona merah usai menghadapi uji resistance 8.600 – 8.770. Area ini harus mampu ditembus, sehingga terbuka peluang memasuki area 9.000.
“Di sisi lain, support MA–50 dan MA–20 di range 8.276 – 8.460 diharapkan mampu menopang trend bullish IHSG,” terang Panin.
(fad)





























