Logo Bloomberg Technoz

BPI Danantara Sebut Likuiditas Bursa Indonesia Masih Minim

Artha Adventy
28 November 2025 18:40

Papan perdagangan menunjukkan pelemahan berbagai saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Papan perdagangan menunjukkan pelemahan berbagai saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebutkan rata-rata likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tergolong rendah apabila tidak memasukkan transaksi pada saham-saham konglomerat maupun saham berisiko tinggi atau ‘gorengan’.

Managing Director Treasury Danantara Ali Setiawan mengatakan bahwa yang terpenting saat ini  adalah pendalaman pasar lewat peningkatan likuiditas. Pasalnya saat ini rata-rata likuiditas saat kecil.

“Yang paling penting likuiditasnya diberesin dulu. Di pasar kita bisa lihat sangat kecil, sehingga kita opsinya sangat limited. Saya nggak akan komentar mengenai saham-saham gorengan atau saham-saham konglomerat,” jelasnya di kantor Danantara, Jumat (28/11/2025).


Ali juga menyinggung posisi Indonesia dalam indeks global. Ia mencontohkan porsi Indonesia di indeks MSCI. Porsi kecil Indonesia tersebut diproyeksi makin tertekan apabila MSCI menerapkan metodologi baru untuk memperhitungkan free float.

Porsi indonesia tersebut juga cenderung lebih kecil dibandingkan dengan porsi India yang 20% maupun China yang 30% di MSCI Global Index.

Potensi Luncurkan ETF di Pasar Global