Logo Bloomberg Technoz

Potensi Nilai Emisi Baru IPO Nyaris Rp35 T, Free Float Jadi Fokus

Redaksi
15 November 2025 11:45

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Gianyar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan terdapat 36 perusahaan yang masih berada dalam pipeline atau berstatus sebagai calon emiten dengan potensi nilai hampir Rp35 triliun di tengah tren IHSG yang terus menembus batas atas atau all time high (ATH).

“Potensi yang dapat dikembangkan mencapai Rp34,92 triliun,” kata Eddy Manindo Harahap, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (15/11/2025).

Data terbaru wasit lembaga finansial ini mencatat sepanjang tahun ini sudah hadir 18 emiten baru dengan total emisi Rp13,3 triliun, terdiri atas 16 emiten baru dan dua Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS).


Perusahaan di BEI juga telah melakukan perhimpunan dana total Rp205,21 triliun dari total 177 emisi hingga 7 November 2025, tetapi dibandingkan dengan tahun lalu masih tertinggal karena raihan Rp259,24 triliun dari 199 emisi.

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, sebelumnya menyampaikan terdapat 13 perusahaan masih berada dalam pipeline hingga pekan lalu dengan 5 calon emiten dengan aset di atas Rp250 miliar, serta 6 berskala menengah.