Logo Bloomberg Technoz

Danantara juga membuka peluang untuk menerbitkan produk ETF global, namun menegaskan bahwa fondasi utamanya tetap berada pada kualitas dan aktivitas saham-saham yang menjadi dasar instrumen tersebut.

Ali Setiawan menjelaskan bahwa ETF pada dasarnya bekerja seperti reksa dana saham, sehingga keberhasilan produk sangat bergantung pada likuiditas dari aset yang menjadi underlying. “Kalau underlying-nya tidak liquid, buat apa bikin ETF? Tidak akan laku juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Danantara turut mempertimbangkan potensi kolaborasi dengan bursa luar negeri mengingat pasar seperti Hong Kong mencatat volume transaksi harian yang sangat besar.

Seperti yang diketahui, BPI Danantara dan Bursa Efek Indonesia berencana berkolaborasi mendorong inovasi di pasar modal melalui potensi pembentukan indeks Danantara x IDX. Selain itu, terdapat juga potensi perluasan jangkauan ETX ke pasar Global.

Danantara menyebut inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan benchmark investasi yang transparan, aksesibilitas investor, serta produk pasar modal indonesia yang relevan dengan tren global.

(art/wep)

No more pages