Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari dropnya sejumlah saham big caps. Hingga diperberat oleh tertekannya harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang ambles 6,15%, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 5,04%. Bersama dengan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ambruk 3%.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (28/11/2025)
- DCI Indonesia (DCII) mengurangi 16,03 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 11,14 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 9,82 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 6,56 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 4,69 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 3,06 poin
- Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 2,48 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengurangi 2,05 poin
- Merdeka Copper Gold (MDKA) mengurangi 1,9 poin
- Aneka Tambang (ANTM) mengurangi 1,76 poin
Adapun saham–saham teknologi lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT RUN System Tbk (RUNS) jatuh 5,56%, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melemah 3,95%, dan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) juga terpangkas 3,77%.
Disusul oleh pelemahan saham kesehatan, yaitu saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) yang ambruk 3,41%, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melemah 3,31%, dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,04%.
Melansir riset Panin Sekuritas, IHSG ditutup di zona merah, di bawah MA–5 di level 8.522. Maka ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju support MA–20 di 8.413.
“Selanjutnya, Lower Channel sekaligus MA–50 di sekitar 8.235-8.300 diharapkan mampu menopang trend bullish IHSG, untuk kemudian rebound menuju resistance 8.600-8.770," jelas riset Panin Sekuritas.
(fad/aji)































