Laju kenaikan harga emas dunia didorong oleh sentimen terkait arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). Emas diuntungkan bila The Fed melanjutkan tren pengguntingan suku bunga. Itu karena manuver harga emas berkebalikan dengan dolar AS.
Dua aset ini memiliki hubungan yang berbeda arah. Saat dolar AS terdepresiasi, biasanya harga emas akan mengalami kenaikan.
Gejolak harga emas juga tak lepas dari kembali meningkatnya tensi Rusia – Ukraina, yang digelorakan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia—mulai dari kilang, pipa minyak mentah hingga terminal pemuatan minyak.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Ukraina menyerang infrastruktur energi utama Rusia di Laut Hitam untuk kali ketiga bulan ini. Pada saat yang sama, Rusia berulang kali menyerang penduduk sipil Ukraina dan menargetkan infrastruktur, seperti pembangkit listrik dan utilitas menjelang musim dingin.
Berikut pergerakan saham emas pada perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025):
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 5,96% ke posisi Rp1.510
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 3,41% ke posisi Rp1.215
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melejit 1,53% ke posisi Rp990
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) hijau 1,86% di posisi Rp545
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terapresiasi 0,27% di posisi Rp3.700
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kenaikan 0,66% ke posisi Rp3.020
Kenaikan harga emas ini akan mendatangkan keuntungan untuk emiten-emiten pertambangan dan/atau yang terkait dengan bisnis emas. Utamanya mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Baik secara langsung atau tidak langsung, nantinya akan ikut meningkatkan angka pendapatan perusahaan emiten emas.
Dalam jangka menengah, harga maupun permintaan emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan kedepannya, juga sejalan dengan langkah Bank Sentral Federal Reserve yang berpotensi menurunkan suku bunga acuan bulan depan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non–yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Jika mencermati terhadap kacamata analisis teknikal, ada kemungkinan harga bisa naik lagi menuju US$ 4.187 per troy ounce. Apabila level resistance ini berhasil break dengan volume yang tinggi, maka resistance potensial harga emas selanjutnya menuju US$ 4.207 mencapai US$ 4.251 per troy ounce.
(fad)






























