Superbank Mau IPO, Begini Nasib Saham Bank Digital Pendahulunya
Muhammad Julian Fadli
26 November 2025 13:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Super Bank Indonesia (Superbank), bank digital ekosistem Grab dan OVO, akan menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan melangsungkan Initial Public Offering/IPO dan menargetkan dana segar mencapai Rp3,06 triliun.
Jauh sebelum bank digital satu ini, sudah ada pendahulunya yang lebih dulu menjadi perusahaan tercatat, yaitu PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), serta PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).
Bank Jago merupakan bank digital yang melayani segmen ritel, menengah dan mass market, yang juga bergabung dalam ekosistem GOTO Financial, pada layanan GoPay Tabungan by Jago, dengan kode saham ARTO.
Performa saham ARTO sejauh ini kurang memuaskan. Sepanjang tahun 2025, harganya turun 18,52% year-to-date. Sedang hari ini, harganya turun 15 poin atau melemah 0,75% ke Rp1.980/saham.
Sementara itu, Krom Bank Indonesia memberikan layanan perbankan digital bernama KROM, bank berbasis teknologi digital yang berfokus melayani nasabah di segmen ritel dan UMKM.






























