Pelemahan pada saham properti diperberat oleh turunnya harga saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) ambruk 14,6%, dan saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) yang terjun 12,4%, serta saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) jatuh 8,4%.
Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga ikut melemah hingga menyeret IHSG di zona merah antara lain, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terjatuh 4,23%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) amblas 3,77%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terpangkas 3,09%.
Menyusul amblesnya harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terjungkal 2,68%, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terdepresiasi 2,67%, dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 2%.
Adapun saham lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) terpeleset 1,87% dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 1,51%. Serta saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berkurang 1,47%.
Mencermati perdagangan saham regional, bursa saham Asia hari ini bervariasi. Indeks Shenzhen Composite China melejit 1,42%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,29%, ASX 200 Australia terapresiasi 0,14%, NIKKEI 225 hijau 0,07%.
Di sisi lain, PSEi Filipina minus 0,75%, FTSE Straits Times Singapura turun 0,27%, TOPIX Jepang melemah 0,21%, dan SENSEX 30 India merah 0,07%.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,56% setelah sempat menguat di level intraday tertinggi baru di 8.574.
Setelah penguatan signifikan sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah akibat profit taking,
sebut Phintraco.
Saham sektor properti mengalami pelemahan terdalam, sementara saham sektor industrial membukukan penguatan terbesar.
Pelemahan ini juga terjadi seiring aksi profit taking investor di tengah pasar yang sedang mencermati diskusi Donald Trump-Xi Jinping terkait perdagangan, Taiwan, hingga invasi Rusia ke Ukraina. Adapun keduanya berencana untuk saling mengunjungi satu sama lain pada 2026, mengutip riset Panin Sekuritas.
Investor juga mencermati lebih jauh meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan Desember 2025 menjadi 81% (pekan lalu hanya 42,4%).
“Probabilita pemangkasan suku bunga pada Desember 205 meningkat dari 42,4% pada pekan lalu, menjadi 81%. Hal tersebut didorong oleh pelemahan tenaga kerja dan inflasi AS yang masih tinggi,” papar Panin.
Selain itu, fokus investor saat ini beralih ke data penjualan ritel dan inflasi produsen di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis hari ini. Kemudian data klaim pengangguran mingguan yang rilis esok hari untuk mencari petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan The Fed.
(fad/aji)



























