Selain itu, Yusak berargumen jika mobil LCGC, punya pasar yang lebih luas lantaran tak punya ketergantungan pada infrastruktur energi seperti halnya mobil listrik yang hanya mencatatkan pertumbuhan masif di kota-kota besar seperti Jakarta.
“Kalau mobil EV murah itu biasanya kan pemiliknya itu dari perkotaan ya, karena infrastrukturnya, pengecasan sudah lumayan banyak, kemudian gaya hidupnya seperti apa, dan bukan mobil pertama biasanya, mobil kedua dan ketiga.” kata Yusak
“Jadi itu konsumen yang berbeda. Jadi kami tetap yakin LCGC tetap diminati. Dan kami terus ya memberikan value yang terbaiknya buat konsumen ya, dalam hal tadi membeli, merawat, sampai menjualnya kembali itu,”
Menanggapi penurunan drastis penjualan LCGC, Yusak mengatakan bahwa penurunan jenis mobil ini bisa jadi hanya momentum sementara imbas peluncuran mobil listrik murah, namun nantinya, poenjualan akan berangsur naik seperti semula
Senada, pabrikan Jepang lainnya yakni Daihatsu menyebut bahwa pihaknya belum melihat korelasi antara tumbuhnya pasar mobil listrik dengan makin merosotnya penjualan LCGC.
"Kalau menggerus saya tidak tahu, dan belum melakukan survei berkaitan dengan ini. Tapi kalau di LCGC sendiri, kebutuhannya 70% sampai 80% adalah first car buyer," kata Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication Daihatsu, Sri Agung Handayani pada gelaran GJAW 2025, Jumat (21/11/2025).
"Jadi antara LCGC dengan kendaraan elektrifikasi, walaupun memiliki price harga yang sama, saya rasa keduanya memiliki sama-sama peran positif di market otomotif Indonesia," tambahnya.
Sebelumnya data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memperlihatkan tekanan yang dihadapi oleh mobil LCGC terutama di tahun 2025 ini.
Tahun lalu, mobil yang biasa digadang-gadang sebagai mobil first time buyer ini menorehkan penjualan sebesar 176.766 unit di sepanjang 2024, menyumbang sekitar 20,4% dari keseluruhan penjualan mobil yang ada di Indonesia.
Sementara itu, penjualan LCGC hingga akhir September 2025 ini terhitung sebesar 89.051 unit kendaraan. Artinya, terdapat penurunan sebesar 33,9% apabila dibandingkan dengan penjualan LCGC pada periode Januari hingga September 2024 sebesar 134.818 unit kendaraan.
Grup Astra masih menjadi pemimpin pasar untuk pasar LCGC dengan menggenggam market share sebesar 74% di sepanjang Januari hingga September 2025, tak berubah dari market share grup konglomerasi ini di sepanjang tahun 2024 lalu.
Dengan Asistensi Lisa Listiani
(ell)





























