Lewat ekspansi pengolahan sampah itu, TOBA menargetkan kontribusi dari sektor green business bisa mencapai 40%–50% dari total pendapatan konsolidasi per 2030.
Dari laporan keuangan hingga kuartal III/2025, TBS membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$288,2 juta, turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat pelemahan harga batu bara global.
Meski demikian, kontribusi segmen hijau menunjukkan peningkatan signifikan. Segmen pengelolaan limbah kini menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 39% terhadap total pendapatan, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Belakangan, TOBA mengambil alih Sembcorp Environment Pte. Ltd pada Maret 2025. Akuisisi itu makin memperkuat kapabilitas perseroan untuk mengolah sampah menjadi energi listrik saat ini.
Lelang Danantara
Sebelumnya, Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja mengungkapkan lelang proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) sudah dimulai di empat kota di Indonesia.
Danantara belum lama ini membuka tender tahap satu untuk proyek pembangkit litsrik tenaga sampah (PLTSa) pada Kamis (6/11/2025) dengan target untuk 7—10 wilayah.
“Kotanya Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta. Itu tendernya sudah dimulai untuk empat kota ini, tetapi akan terus bertambah, tergantung kesiapan dari masing-masing kota,” ujarnya ditemui di sela pergelaran Bloomberg Technoz Ecoverse 2025, Kamis (20/11/2025).
Tender tersebut dilakukan pada proyek di masing-masing wilayah tersebut dan akan diikuti oleh 24 daftar penyedia teknologi (DPT) yang sudah terseleksi dari total 200 calon.
Terkait dengan eksekusi tender tersebut, Stefanus mengatakan 24 peserta tender yang sudah terseleksi itu terdiri dari pemain asing dengan menggandeng konsorsium lokal yang mencakup pemain swasta dan BUMN.
“Jadi empat kota ini adalah empat tender yang terpisah. Dari 24 ini, bersama konsorsium mereka, termasuk bisa pemain swasta, bisa BUMN, akan punya pilihan sendiri untuk di kota mana yang mereka pilih,” terangnya.
“Kalau mereka mau melakukan mensubmit bid untuk keempat kotanya, atau nanti lebih kan akan terus tambah, itu ya terserah mereka saja. Namun, kita akan melakukan pemilihan tempat untuk masing-masing kota.”
(naw)































