Hamas yang didukung Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 300 orang telah tewas sejak gencatan senjata Gaza diberlakukan. Kelompok itu menyerukan kepada AS, Turki, Mesir, dan Qatar — mediator gencatan senjata — untuk memastikan Israel mematuhi perjanjian damai tersebut.
Lonjakan kekerasan terbaru terjadi dua hari setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi rancangan AS yang didasarkan pada rencana perdamaian 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza.
Rencana Trump, yang mencakup perlucutan senjata Hamas pada tahap berikutnya serta pembentukan Pasukan Stabilitas Internasional, ditolak oleh Hamas dan beberapa faksi Palestina lain, meskipun kelompok itu awalnya menerima kesepakatan yang memungkinkan jeda dalam perang dua tahun tersebut.
Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata bertahap itu membuat Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan kemudian menyerahkan sebagian besar jenazah sandera. Kelompok militan itu masih menahan tiga jenazah sandera, dengan alasan membutuhkan peralatan dan mesin untuk menemukan serta mengambilnya.
Konflik bermula ketika Hamas menyerang wilayah Israel pada Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang dan menculik 250 lainnya. Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 warga Gaza, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Pada Selasa, serangan udara Israel menewaskan 13 orang di kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon. IDF mengatakan serangan itu menargetkan kompleks pelatihan yang berafiliasi dengan Hamas di Kota Sidon, Lebanon selatan.
Di Lebanon selatan, militer Israel umumnya menyerang fasilitas dan anggota Hizbullah, kelompok yang juga didukung Iran. Mereka melancarkan serangan ke Israel untuk mendukung sekutunya, Hamas, sehingga memicu perang dengan negara Yahudi tersebut sebelum gencatan senjata yang didukung AS dan Prancis diberlakukan akhir tahun lalu.
Israel menyatakan serangan pasca-gencatan senjata di Lebanon — yang memicu kekhawatiran konflik regional kembali meluas — bertujuan mencegah Hizbullah membangun kembali kekuatannya setelah kelompok itu kehilangan sebagian besar kapabilitas militernya selama perang. Pada Rabu, IDF menyerang beberapa fasilitas penyimpanan senjata milik Hizbullah di Lebanon selatan.
(bbn)






























