Hasil positif ini memperkuat sentimen tenang setelah aksi jual besar-besaran pada saham teknologi di pekan-pekan sebelumnya, di mana investor merasa tidak nyaman dengan valuasi tinggi dan memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
"Bertaruh melawan bulls (optimis) dan insting buy-the-dip (beli saat turun) bukanlah strategi yang menang selama tiga tahun terakhir," kata Mark Hackett dari Nationwide, sebelum hasil Nvidia dirilis.
Dolar AS menguat pada hari Rabu, karena trader hampir menghilangkan kemungkinan pemotongan suku bunga bulan depan. Hal ini disebabkan Biro Statistik Tenaga Kerja tidak akan mempublikasikan laporan pekerjaan Oktober, melainkan akan menggabungkan angka penggajian ke dalam data November yang akan dirilis setelah pertemuan terakhir The Fed tahun 2025.
Catatan dari pertemuan The Fed bulan Oktober menunjukkan banyak pejabat bank sentral mengatakan bahwa kemungkinan besar akan tepat untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil selama sisa tahun 2025. Dokumen tersebut dirilis menjelang laporan pekerjaan bulan September.
Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik sekitar dua basis poin menjadi 4,14% pada hari Rabu. Emas naik untuk hari kedua sementara harga minyak turun akibat meningkatnya inventori AS. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$90.300 setelah penurunan pada hari Rabu.
“Ketidakpastian meningkat karena data yang hilang dan dampak tarif yang belum jelas,” ujar David Russell dari TradeStation. “Tidak ada konsensus di The Fed karena para pembuat kebijakan bergerak dalam kondisi serba tidak pasti, tetapi risalah ini cenderung bernada hawkish.”
Di sisi lain, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan ia telah mengonfirmasi perlunya memantau pergerakan pasar bersama Gubernur Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) Kazuo Ueda, seiring para pejabat menegaskan kembali kesepakatan bersama yang bertujuan mengatasi deflasi dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Yen diperdagangkan di atas 157 per dolar.
Nvidia memproyeksikan penjualan akan mencapai sekitar US$65 miliar pada kuartal keempat fiskal (yang berlangsung hingga Januari), kata produsen cip itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Analis memperkirakan rata-rata US$62 miliar, dengan beberapa prediksi setinggi US$75 miliar.
"Kebutuhan komputasi terus meningkat," kata CEO Jensen Huang dalam pernyataan tersebut. "AI bergerak ke mana-mana, melakukan segalanya, sekaligus."
Meskipun angka Nvidia sangat kuat saat ini, tidak terhindarkan muncul pertanyaan apakah perusahaan Huang telah mencapai batas tertinggi dalam hal pertumbuhan dan pangsa pasar, catat David Russell dari TradeStation.
"Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini pada saham teknologi, kami berharap inovasi yang didorong oleh AI akan mendorong pasar saham global lebih tinggi," kata Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Global Wealth Management.
"Investasi yang berkelanjutan dalam AI, kesehatan finansial yang kuat dari perusahaan teknologi terkemuka saat ini, serta potensi dan bukti pengembalian investasi yang semakin besar memberikan kami keyakinan pada laju berikutnya dari reli ekuitas global dalam beberapa bulan mendatang," pungkasnya.
(bbn)






























