Logo Bloomberg Technoz

Pendanaan ini dialokasikan untuk kebutuhan operasional inti, antara lain pembelian slab baja untuk pabrik Hot Strip Mill (HSM), produk Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil Full Hard (CRC F/H) untuk pabrik CRM PT KBI, HRC untuk pabrik pipa baja PT KPI, serta beragam produk turunan baja lainnya. Manajemen menegaskan bahwa alokasi dana akan disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja dan siklus kas di masing-masing fasilitas produksi.

Selain SHL, KRAS juga menyiapkan opsi pendanaan tambahan hingga US$500 juta dalam bentuk lain untuk menyelesaikan proses restrukturisasi, dengan catatan telah mencapai kesepakatan dengan pihak perbankan. Saat ini, pasokan bahan baku KRAS sebagian masih dibiayai oleh financier pihak ketiga dengan bunga lebih tinggi dari fasilitas perbankan dan disertai sejumlah pembatasan.

Adapun sepanjang kuartal III-2025, KRAS membukukan laba bersih sebesar US$22,17 juta hingga kuartal III/2025, berbalik arah dari kerugian US$185,22 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan per akhir September 2025, perseroan mencatat pendapatan usaha US$706,08 juta, tumbuh 7,39% secara tahunan (YoY) dibandingkan capaian US$657,52 juta pada kuartal III-2024.

Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan produk baja senilai US$570,36 juta, segmen sarana infrastruktur sebesar US$171,57 juta, serta segmen rekayasa dan konstruksi senilai US$11,86 juta. Total pendapatan kemudian dikurangi eliminasi sebesar US$47,72 juta.

Pada periode yang sama, beban pokok penjualan KRAS naik 10,07% YoY menjadi US$652,97 juta. Kenaikan biaya tersebut membuat laba kotor turun 17,38% menjadi US$53,12 juta.

Optimalisasi Pelabuhan dan KA Barang

KRAS sendiri baru saja meresmikan optimalisasi Pelabuhan dan KA Barang. Akbar menjelaskan kapasitas Pelabuhan Cigading yang menjadi salah satu pelabuhan curah kering terbesar dan terdalam di Indonesia. Pelabuhan ini memiliki kedalaman hingga minus 21 meter, kapasitas bongkar muat hingga 20.000 ton per hari, serta total kapasitas 25 juta ton per tahun. Fasilitas tersebut di posisi strategis karena terintegrasi dengan kawasan industri, sehingga mampu menunjang kebutuhan material secara lebih efisien.

Akbar juga menampilkan proyeksi pendapatan dan kinerja operasional. Dari sisi finansial, Krakatau Steel menargetkan pendapatan Rp$5 triliun pada 2030, meningkat signifikan dari capaian 2025. Untuk kinerja operasional, perusahaan menargetkan peningkatan volume menjadi 46 juta ton pada 2030.

Selain pengembangan pelabuhan, Krakatau Steel menyoroti kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) pada 1 Januari 2027. Perseroan menilai optimalisasi distribusi barang melalui jalur kereta api menjadi salah satu solusi penting. Perbandingan tarif logistik dari truk ODOL, truk ZODOL, hingga kereta api, dipaparkan untuk menunjukkan potensi efisiensi biaya logistik jika insentif diterapkan secara konsisten.

Dalam hal konektivitas antarwilayah, Krakatau Steel menunjukkan peran layanan kapal Ro-Ro Cigading–Panjang sebagai bagian dari upaya memperkuat arus logistik antara Banten dan Lampung. Layanan ini dioperasikan dua kali sehari dengan kapasitas hingga 164 kendaraan per kapal, dan ditargetkan mampu memindahkan hingga 190.000 kendaraan per tahun pada 2026, meningkat menjadi 285.000 kendaraan pada 2030.

(art)

No more pages