Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Diam-diam Borong 10 Saham Ini, BBRI Terbanyak

Muhammad Julian Fadli
19 November 2025 06:27

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Selasa 18 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah, IHSG melemah 0,65% terpeleset di posisi 8.361.

Berseberangan jauh dengan laju IHSG, investor asing masih gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp281 miliar pada perdagangan saham seluruh pasar. Namun memang, di pasar reguler investor asing mulai net sell Rp320 miliar.

Adapun investor asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp256,62 miliar. Didorong arus pembelian yang deras, saham BBRI menguat 0,76% dan melesat mencapai posisi Rp3.970/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Selasa 18 November 2025 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Selasa (18/11/2025):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp256,62 miliar
  2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp115,69 miliar
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp74,34 miliar
  4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp58,11 miliar
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp48,37 miliar
  6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp40,31 miliar
  7. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp36,11 miliar
  8. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp34,29 miliar
  9. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp32,03 miliar
  10. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp24,02 miliar

Sedang, investor asing net sell yang deras pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp205,4 miliar. Imbas tekanan jual yang masif, saham BBCA melemah 2,04% terpeleset di posisi Rp8.400/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Selasa 18 November 2025 (Sumber: Bloomberg)