Bursa Asia Bersiap Dibuka Menguat Meski Wall Street Tertekan
News
19 November 2025 06:30

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diproyeksikan akan dibuka di zona positif hari ini, meskipun aksi jual (selloff) di Wall Street semakin dalam di tengah meningkatnya kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi (lofty valuations) di sektor kecerdasan buatan (AI).
Kontrak berjangka indeks ekuitas mengisyaratkan kenaikan di Jepang dan Hong Kong setelah kedua indeks tersebut mencatat kerugian selama tiga hari berturut-turut. Namun, Australia diperkirakan dibuka sedikit melemah. Di AS, indeks S&P 500 jatuh selama empat hari berturut-turut, menjadikannya kerugian beruntun terpanjang sejak Agustus.
Saham gabungan dari tujuh perusahaan Magnificent Seven turun 1,8%. Sementara itu, Nvidia Corp, yang berada di pusat kegilaan AI, anjlok 2,8% menjelang laporan keuangannya yang dirilis setelah penutupan pasar pada hari Rabu (19/11).
Wall Street semakin khawatir bahwa sektor AI saat ini belum menghasilkan cukup pendapatan atau keuntungan untuk membenarkan pengeluaran besar-besaran pada infrastruktur yang telah dilakukan. Keraguan ini muncul meskipun Microsoft Corp dan Nvidia berkomitmen untuk menginvestasikan hingga total US$15 miliar di Anthropic PBC, sebuah langkah yang mendekatkan pengembang AI tersebut kepada dua pendukung terbesar saingannya, OpenAI.































