Pembelian tersebut telah menghidupkan kembali optimisme pasar seputar perdagangan kedelai antara kedua negara agrikultur tersebut, yang bernilai lebih dari US$12 miliar tahun lalu dan akan menjadi dasar perjanjian perdagangan apapun.
Harga kedelai Chicago melonjak hingga 3,2% pada Senin setelah berita tersebut, yang dilaporkan sebelumnya oleh perusahaan pialang AgResource Co, meskipun harga memangkas kenaikan selama jam perdagangan Asia pada hari Selasa. Cofco tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pembelian terbaru Beijing masih menyisakan banyak hal yang harus dilakukan dalam beberapa bulan mendatang, mengingat stok kedelai sedang melimpah. Washington menyatakan Beijing berjanji membeli 12 juta ton kedelai AS hingga akhir tahun ini, diikuti dengan 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan.
Meskipun China belum mengonfirmasi komitmen pembelian spesifik, negara tersebut telah mengurangi tarif atas kedelai dan mencabut larangan impor terhadap tiga eksportir Amerika, termasuk CHS Inc., yang merupakan balasan atas tindakan konsiliasi serupa dari AS.
Presiden Donald Trump telah menegaskan kembali keyakinan Washington bahwa lebih banyak kargo akan dipesan dalam beberapa minggu mendatang.
(bbn)




























