“Sentimen di pasar kripto secara ritel begitu buruk sehingga masih ada potensi penurunan di pasar,” kata Matthew Hougan, kepala investasi di Bitwise Asset Management, yang percaya harga akan naik tahun depan.
Pesimisme pasar juga ditopang oleh fakta bahwa ‘mega whales’ dalam posisi rugi signifikan, menurut direktur riset Ergonia, Chris Newhouse. Faktor makro juga menjadi penyengat aksi jual masif di pasar kripto tas Bitcoin, termasuk kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember, serta spekulasi hasil laporan keuangan Nvidia Corp. pada 19 November waktu Amerika Serikat (AS).
Dalam laporan Bloomberg News, Adam McCarthy, analis riset di Kaiko menyampaikan bahwa perhatian pasar tertuju pada kecemasan bubble AI dan rencana Bank Sentral AS atau The Fed ke depan.
Pasar berpandangan bahwa kedua hal tersebut menjadi gangguan utama kripto dan aset berisiko menjelang akhir tahun. “Risiko AI kemungkinan memperburuk dan mempengaruhi sentimen risiko di kripto, ditambah dengan pembicaraan dari pejabat FOMC, Anda melihat tren penurunan yang berkelanjutan untuk Bitcoin.
Altcoin juga kompak ikut melemah dimana Ethereum melemah sementara 3,5% ke USR3.037,3. XRP juga minus 4% ke US$2,15, sementara Solana (-3.9%) berada pada US$133,57, Cardano (-4,6%) US$0,46, dan Dogecoin (-3,8%) US$0,15.
(wep)































