Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, pembangkitan listrik dari energi baru-terbarukan malah lesu. Pembangkitan dari energi angin anjlok 12%.

Sementara dari solar (matahari) hanya tumbuh 5,9%. Ini menjadi laju pertumbuhan terlemah sejak Mei 2023.

China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia. Jadi apa yang terjadi di sana akan sangat mempengaruhi pembentukan harga.

Tumpukan batu bara di Terminal Kontainer Pelabuhan Guoyuan di Chongqing, China./Bloomberg-Na Bian

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ gerak harga batu bara untuk hari ini, Selasa (18/11/2025)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara nyaman di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 66. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 69. Menghuni area beli (long) yang kuat. 

Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berisiko turun. Target support terdekat adalah US$ 109/ton. Jika tertembus, maka bukan tidak mungkin harga komoditas ini bisa ambruk ke kisaran US$ 107-104/ton.

Namun andai masih kuat menanjak, maka harga batu bara berpotensi menguji resisten US$ 111/ton. Penembusan di titik ini bisa saja mengangkat harga ke rentang 112-117/ton.

(aji)

No more pages