Logo Bloomberg Technoz

Apabila break support tersebut pada trendline, pelemahan harga saham CGAS berpotensi menuju level terdalamnya kembali mencapai Rp90/saham. Lebih dalam lagi, ada potensi menuju Rp77/saham.

Salah satu sebab turun dalamnya saham CGAS yang begitu masif, investor asing gencar melego saham CGAS. Tercatat pada perdagangan sebelumnya pada Jumat (14/11/2025), saham CGAS gencar dilangsungkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp273 juta, hanya dalam satu hari perdagangan.

Sentimen lainnya menyoal penggunaan dana hasil IPO, emiten yang mempunyai stasiun induk di Palembang, Cikarang, Sidoarjo, dan Grobogan, masih mengantongi sisa dana hasil Initial Public Offering/IPO mencapai Rp87,99 miliar per Semester I–2025, yang nyaris masih tersisa setengahnya dari total penggalangan dana masa itu.

Dalam laporan penggunaan dana IPO per 30 Juni 2025 yang dipublikasikan, CGAS baru merealisasikan dana sebesar Rp85,28 miliar atau 49,22% dari total perolehan IPO senilai Rp173,27 miliar, bersihnya. Dana tersebut digunakan pada dua pos utama. 

Pertama, untuk pembangunan stasiun LNG dan pembelian peralatan senilai Rp67,96 miliar atau 43,58% dari total alokasi sebesar Rp155,94 miliar. Kedua, sebesar Rp17,31 miliar atau 99,95% dari total alokasi, digunakan untuk modal kerja.

Yang jadi perhatian investor, adapun sisa dana IPO senilai Rp87,99 miliar tersebut, saat ini ditempatkan dalam bentuk deposito dan giro operasional di sejumlah bank yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. 

Melansir Keterbukaan Informasi yang sama, CGAS menyimpan dana sebesar Rp20 miliar dalam deposito di Bank Syariah Indonesia dengan tingkat suku bunga 6%. Sementara itu, sebesar Rp15,5 miliar ditempatkan dalam deposito di Bank BJB Syariah dengan bunga 5,5%. Sisa dana IPO lainnya ditaruh dalam giro operasional pada tujuh bank berbeda, dengan tingkat suku bunga di antara 0,40% hingga 0,60%.

Sebagai catatan, dalam dokumen dan lampiran Keterbukaan Informasi tersebut tidak terungkap gambaran lengkap mengenai alasan belum direalisasikannya.

PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2024 silam. Pada pelaksanaan IPO yang berlangsung pada 2–4 Januari 2024 masa itu, CGAS melepas sebanyak–banyaknya 531,42 juta saham dengan nilai nominal Rp50 atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga saham perdana berlangsung pada level Rp338/saham, sehingga CGAS meraup dana IPO mencapai Rp179,62 miliar. Adapun rencana penggunaan dana hasil IPO, melansir prospektus perusahaan, terbagi atas dua pos utama.

Mencapai 90% dialokasikan untuk pembangunan LNG Station (Liquefied Natural Gas) di Galian Field Tambun Zone 7 Regional, yang dikategorikan sebagai capital expenditure (capex). Sementara sisanya, terbilang 10%, digunakan untuk modal kerja atau operating expenditure (opex).

(fad)

No more pages