Logo Bloomberg Technoz

Kontraksi ekonomi ini sudah diperkirakan sejumlah ekonom setelah PDB Jepang tumbuh 2,3% pada kuartal kedua—angka yang telah direvisi naik dan sekitar empat kali lipat dari potensi pertumbuhan negara itu. Pelemahan lebih dalam terjadi akibat anjloknya investasi perumahan, yang turun 9,4% dibanding kuartal sebelumnya setelah disesuaikan secara musiman.

Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang lebih dari setengah perekonomian, hanya naik 0,1%. Angka ini kembali menegaskan bahwa rumah tangga masih menahan pengeluaran non-esensial di tengah tingginya biaya hidup yang membuat upah riil tetap stagnan.

Indikator inflasi utama Jepang telah berada di kisaran atau di atas target 2% Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) selama tiga setengah tahun. Takaichi berkali-kali menegaskan bahwa mengatasi tekanan inflasi adalah prioritas utamanya. Langkah-langkah yang dijanjikan mencakup subsidi utilitas dan pemotongan pajak bahan bakar.

Belanja modal meningkat 1,0% seiring sentimen korporasi yang tetap relatif solid. Survei Tankan terbaru BOJ menunjukkan perusahaan besar berencana meningkatkan investasi pada pabrik dan peralatan tahun ini meski laba diperkirakan menurun.

Ekonom memperkirakan ukuran paket ekonomi kali ini akan sedikit lebih besar dari ¥13,9 triliun (US$89,9 miliar) pada tahun lalu. Paket tersebut akan menjadi indikator awal bagaimana Takaichi menyeimbangkan antara stimulus fiskal besar dan disiplin fiskal, sesuai janji politiknya.

Analis juga akan mencermati bagaimana data terbaru ini dapat memengaruhi pandangan Takaichi terkait arah kebijakan bank sentral. Ia sebelumnya telah menyatakan preferensi agar BOJ menaikkan suku bunga secara bertahap, dengan menekankan pentingnya kebijakan moneter dalam mendorong ekonomi yang kuat.

Bank sentral akan mengumumkan keputusan kebijakan berikutnya pada 19 Desember. Separuh dari pengamat BOJ dalam survei Bloomberg bulan lalu memperkirakan kenaikan suku bunga pada waktu tersebut, sementara hampir semua ekonom memperkirakan langkah itu akan dilakukan paling lambat Januari.

(bbn)

No more pages