Logo Bloomberg Technoz

Investor Hadapi Ketidakpastian, Rupiah Dibayangi Pelemahan

Muhammad Julian Fadli
13 November 2025 08:10

Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang akan kembali tertekan pada perdagangan pasar spot, di tengah antisipasi para pemodal terhadap prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) kala keterbatasan akses terhadap data ekonomi utama.

Indeks dolar AS masih melanjutkan keperkasaan, ditutup menguat 0,05% ke 99,495. Sentimen bearish juga melanda pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), di mana rupiah melemah 0,27% di posisi Rp16.759/US$ untuk tenor satu bulan. Jauh lebih lemah ketimbang penutupan pasar spot sebelumnya.

Lanskap global itu kemungkinan akan menekan rupiah. Pagi ini, pada pembukaan pasar Asia, rupiah NDF masih melaju di rentang pelemahan yang sama di Rp16.736/US$. Level itu lebih rendah posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.703/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Kamis 13 November 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Secara teknikal dengan perspektif harian (time frame daily), rupiah akan menguji support Rp16.740–16.770/US$. Penembusan di level ini bisa menyebabkan rupiah melemah ke arah Rp16.800/US$.

Target paling pesimistis atau support terjauh dalam sepekan perdagangan ini adalah Rp16.850/US$.