Logo Bloomberg Technoz

Berikut asumsi makro pemerintah:

- Pertumbuhan Ekonomi : 5,4%

- Inflasi : 2,5%

- Nilai tukar rupiah : Rp16.500/US$

- Suku bunga SBN 10 tahun : 6,9%

- Harga minyak mentah Indonesia : US$ 70,0 per barel

- Lifting migas : 1,594 juta barel/hari

- Lifting minyak bumi : 610.000 barel/hari

- Lifting gas bumi : 984.000 barel setara minyak/hari

- Sasaran Pembangunan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka : 4,44% - 4,96%

- Angka Kemiskinan : 6,5% - 7,5%

- Angka Kemiskinan Ekstrem : 0% - 0,5%

- Rasio Gini : 0,377 - 0,380

- Indeks Modal Manusia : level 0,57

- Indeks Kesejahteraan Petani : level 0,7731

- Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja : 37,95%

- Pendapatan Nasional per Kapita (GNI) : US$ 5.520 

Sementara itu, kinerja keuangan BI tahun 2025 menunjukkan adanya surplus anggaran operasional yang diperkirakan mencapai Rp33,37 triliun, melonjak hampir enam kali lipat dari target awal Rp6,48 triliun.

Kenaikan surplus tersebut ditopang oleh hasil pengelolaan aset valuta asing yang mencapai Rp58,05 triliun atau 184,6% dari rencana awal. Total pengeluaran operasional BI tercatat Rp24,77 triliun atau 98,8% dari target, dengan belanja terbesar berasal dari komponen gaji pegawai Rp5,66 triliun, manajemen SDM Rp3,16 triliun, dan layanan sarana-prasarana Rp2,65 triliun.

Pengeluaran untuk program sosial dan pemberdayaan masyarakat mencapai Rp419 miliar, dengan tingkat realisasi hampir 100%.

(lav)

No more pages