Logo Bloomberg Technoz

Pembatasan Smelter Dinilai Bisa Urai Oversupply Nikel pada 2027

Mis Fransiska Dewi
12 November 2025 12:50

Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)
Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memproyeksikan dampak kebijakan pembatasan penerbitan Izin Usaha Industri (IUI) bagi smelter nikel baru akan terasa pada 2027.

Penyebabnya, kelebihan pasokan feronikel (FeNi) dan nickel pig iron (NPI) global akan makin berkurang pada tahun tersebut, seiring dengan penerapan regulasi pengetatan smelter berbasis IUI baru.

“Akan memberikan dampak jangka menengah–panjang. Perhapi memperkirakan, mulai sekitar 2027 ke depan, dampaknya akan lebih terasa, berupa pasokan nikel kelas 2 [NPI, FeNi] akan terbatas karena tidak ada smelter baru untuk produk antara,” kata Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy saat dihubungi, Rabu (12/11/2025).


Dia menyebut pasokan global nikel kelas 2 dari Indonesia—yang selama ini mendominasi pasar baja nirkarat global — bisa menurun secara struktural karena keterbatasan produksi.

Hal ini berpotensi menekan ketersediaan bahan baku baja nirkarat, yang secara langsung mungkin akan berdampak pada peningkatan harga nikel dan menggeser investasi ke teknologi daur ulang (scrap stainless steel).

Produksi baja nirkarat di Indonesia./dok. APNI